SEBAUK– Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari Fraksi Golkar Fakhtiar Qodri,S.Sos,M.AP menggelar kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di desa Sebauk, Senin,(16/12) di halaman Rumah Warga. Reses tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga kalangan perempuan yang aktif menyampaikan berbagai keluhan dan usulan.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah warga itu menjadi wadah diskusi terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat. Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Bengkalis, Fakhtiar Qodri, S.Sos., M.AP., mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kewajiban anggota legislatif untuk turun ke daerah pemilihan, menyerap aspirasi, serta memastikan penyelesaian berbagai isu lokal.
“Reses ini bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan bagi kami untuk mendengar suara masyarakat secara langsung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka di tingkat kebijakan,” ujar Fakhtiar saat memberikan sambutan.
Berbagai permasalahan disampaikan oleh warga dalam reses tersebut, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan desa, peningkatan layanan pendidikan, hingga ketersediaan air bersih. Salah satu warga menyampaikan bahwa akses jalan yang belum memadai sering menghambat mobilitas mereka, terutama bagi petani dan pedagang kecil.
Tak hanya soal infrastruktur, isu kesejahteraan nelayan juga menjadi perhatian utama. Warga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan bantuan alat tangkap ikan dan memastikan hasil tangkapan dapat dipasarkan dengan harga yang layak. “Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan, karena ini mata pencaharian utama di daerah kami,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.
Dalam kegiatan reses tersebut, Fakhtiar berjanji akan membawa seluruh aspirasi yang terkumpul ke rapat DPRD Bengkalis untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, komunikasi yang aktif antara masyarakat dan pemerintah adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Selain berdiskusi, reses ini juga diisi dengan dialog interaktif, di mana warga bisa menyampaikan pertanyaan dan solusi bersama. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.
Sejumlah perwakilan pemuda turut menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru. “Kami butuh akses modal dan pelatihan untuk bisa memulai usaha, apalagi sekarang banyak anak muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan,” kata seorang pemuda setempat.
Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata bahwa suara masyarakat di dapil Bengkalis Bantan terus diperjuangkan. Melalui pendekatan langsung ini, diharapkan berbagai permasalahan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat sasaran.
Di akhir kegiatan, Fakhtiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah. “Dengan keterlibatan aktif dari semua pihak, kita bisa mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.








