Prodesanews.com | BENGKALIS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis menyuarakan dukungan penuh terhadap penguatan ideologi Pancasila, khususnya dalam sektor pendidikan dan birokrasi, sebagai bagian dari komitmen daerah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan dan berkarakter kebangsaan.
Momentum ini tercermin dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Ahad (1/6). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Upacara berlangsung khidmat, dihadiri Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha, jajaran Forkopimda, Sekda Bengkalis Ersan Saputra, asisten, staf ahli, serta kepala perangkat daerah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Dalam amanatnya, Bupati menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi dinamika ruang digital yang kian kompleks. Menurutnya, ruang maya tidak boleh menjadi ruang bebas nilai, melainkan harus dibingkai oleh etika, toleransi, dan semangat saling menghargai.
“Pancasila harus menjadi panduan dalam beraktivitas di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita lawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” ujar Kasmarni di hadapan seluruh peserta upacara.
Bupati juga mengingatkan, laju perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi tidak boleh mengikis jati diri bangsa. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai Pancasila justru harus dijadikan pegangan utama agar Indonesia tetap memiliki arah moral yang kuat dan tidak kehilangan identitas.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Asta Cita — delapan agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045 — telah menempatkan penguatan ideologi Pancasila sebagai prioritas utama. Menurut Kasmarni, seluruh proses pembangunan nasional harus berakar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
“Tanpa arah ideologis yang kuat, kemajuan bisa rapuh. Ekonomi yang tumbuh tanpa keadilan akan menciptakan kesenjangan. Teknologi yang berkembang tanpa bimbingan moral akan menjerumuskan pada dehumanisasi,” tegasnya.
Pidato tersebut juga menyoroti urgensi revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan dan birokrasi. Generasi muda sebagai pelanjut bangsa perlu dibekali tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter kuat dan integritas moral. Di sisi lain, birokrasi harus menjadi cerminan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat.
DPRD Bengkalis sebagai mitra strategis pemerintah daerah menyambut baik amanat tersebut dan terus mendorong hadirnya kebijakan yang berbasis nilai Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Bupati menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen penguatan komitmen kolektif terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan.
“Dirgahayu Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Mari jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya penuh semangat.
Sebagai informasi, petugas upacara tahun ini terdiri dari Lettu Inf. Ucok D. Samosir sebagai Perwira Upacara, IPDA Reza Ilham sebagai Komandan Upacara, serta pasukan pengibar Bendera Merah Putih dari Paskibraka Bengkalis tahun 2024.
Dengan mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan ini menjadi refleksi mendalam atas pentingnya penguatan ideologi negara demi memastikan arah pembangunan nasional berjalan dalam koridor kebangsaan yang berkeadilan.
[pnc/ril]








