Menu

Mode Gelap

Sorot · 17 Jul 2025 21:50 WIB ·

Bupati Kasmarni Tegaskan Komitmen Lawan TPPO di Riau


 📸 Bupati Bengkalis Kasmarni deklarasikan komitmen memberantas TPPO dan PMI ilegal di Riau bersama Polda dan Kementerian P2MI. Perbesar

📸 Bupati Bengkalis Kasmarni deklarasikan komitmen memberantas TPPO dan PMI ilegal di Riau bersama Polda dan Kementerian P2MI.

PRODESANEWS.COM | PEKANBARU — Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan komitmennya dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pencegahan TPPO dan Penempatan Ilegal PMI yang berlangsung di Aula Polda Riau, Kamis, 17 Juli 2025.

Kegiatan ini digagas sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kasus perdagangan orang di wilayah pesisir, termasuk Kabupaten Bengkalis. Kegiatan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau dan sejumlah kepala daerah serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait.

Deklarasi bersama ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Herjawan, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Riau M. Job Kurniawan, perwakilan Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Kepala BIN Daerah, dan unsur TNI AU. Hadir pula Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzammil dan Sekda Kota Dumai Indra Gunawan yang mewakili kepala daerah masing-masing.

Acara ini juga disaksikan langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, serta Direktur Jenderal Perlindungan PMI, Rinaldi. Kehadiran pemerintah pusat menunjukkan keseriusan dan sinergi antarlembaga dalam memutus rantai perdagangan orang yang sering menyasar kelompok rentan di desa-desa dan wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Kadir Karding mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya modus perdagangan orang dengan kedok penempatan kerja non-prosedural ke luar negeri. Ia mengapresiasi langkah tegas Polda Riau yang telah membongkar sejumlah sindikat TPPO dalam beberapa bulan terakhir.

“Baru kali ini saya melihat ada Polda yang secara serius dan sistematis membongkar jaringan perdagangan orang seperti ini. Polda Riau layak diapresiasi. Saya minta para pelaku utama—terutama para bos—dijerat dengan hukuman seberat-beratnya,” tegas Menteri Abdul Kadir.

Baca Juga:  Pemkab Bengkalis Siapkan Pencairan Dana Desa: Percepatan Dokumen Jadi Fokus Utama

Sementara itu, Bupati Kasmarni menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mencegah perdagangan orang. Ia menyampaikan bahwa upaya ini sangat penting karena Bengkalis merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan jalur keluar-masuk pekerja migran, sehingga rentan terhadap praktik penempatan ilegal.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mendukung penuh kebijakan pusat dalam memberantas perdagangan orang. Kami ingin seluruh warga, khususnya di desa-desa dan wilayah pesisir, terlindungi secara administratif maupun saat bekerja di luar negeri,” ujar Kasmarni.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian P2MI yang telah menggagas pendirian pos pengawasan di wilayah-wilayah rawan TPPO, termasuk di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, langkah jemput bola seperti ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kementerian P2MI di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya pos-pos pengawasan, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan perlindungan dan informasi yang benar,” kata Kasmarni.

Dari Kabupaten Bengkalis, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Salman Alfarisi, Kepala Dinas Sosial Paulina, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Emilda Susanti, Kadis Kominfotik Suwarto, serta beberapa pejabat teknis lainnya.

Dengan adanya deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan. Semua pihak memiliki peran strategis dalam mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran serta memberantas jaringan perdagangan orang hingga ke akarnya.

[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Ungkap Dua Kasus Narkotika di Bengkalis, 15 Paket Sabu Disita

3 September 2026 - 11:25 WIB

Dua pria yang diamankan dalam pengungkapan dua kasus dugaan peredaran sabu di Bengkalis.

Bupati Kasmarni minta ICMI Bengkalis bawa gagasan ke lapangan

31 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri pelantikan Pengurus ICMI Orda Bengkalis.

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO

Polisi Tangkap Pria di Bengkalis, Ngaku Beli Sabu dari Perempuan

21 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Polisi menangkap pria berinisial YR dalam kasus dugaan penyalahgunaan sabu di Bengkalis
Trending di Hukrim