Prodesanews.com | BENGKALIS – Suasana hangat menyelimuti halaman Kantor Camat Mandau, Rabu siang, 30 April 2025. Ratusan warga memadati lokasi, menghadiri acara halal bihalal yang digelar Pemerintah Kecamatan Mandau sebagai bagian dari rangkaian Idulfitri 1446 Hijriah. Di tengah kerumunan itu, sosok Bupati Bengkalis Kasmarni hadir langsung—menyapa, tersenyum, dan duduk bersama warga.
Bagi warga Mandau, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bengkalis itu bukan sekadar seremoni. Camat Mandau, Riki Rihardi, menyebutnya sebagai bentuk nyata dari kepemimpinan yang merakyat.
“Ini bukan pertama kali Ibu Bupati hadir di tengah-tengah masyarakat. Tapi setiap kehadirannya selalu memberi semangat. Beliau tidak menjaga jarak, beliau mendekat,” kata Riki dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung sejak siang itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Forkopimcam, lurah, kepala desa, hingga aparatur sipil negara se-Kecamatan Mandau. Semua larut dalam suasana silaturahmi yang hangat.
Dalam pidatonya, Kasmarni menekankan pentingnya merawat ukhuwah islamiyah dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
“Halal bihalal ini bukan sekadar rutinitas pasca-Lebaran. Ini adalah ruang untuk membuka hati, saling memaafkan, dan memperkuat simpul sosial kita,” ujar Kasmarni.
Lebih dari sekadar ajakan moral, pernyataan itu juga mencerminkan strategi sosial Bupati Kasmarni dalam membangun daerah: mendekatkan pemerintah kepada rakyat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tak hanya bertumpu pada kebijakan dan anggaran, tapi juga pada kemesraan antara warga dan pemimpinnya.
“Mandau adalah salah satu wilayah strategis. Dukungan masyarakat di sini sangat penting untuk mewujudkan Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera,” kata Kasmarni.
Acara ditutup dengan tausiah singkat oleh Ustadz Zulfikar Nikmat, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari konflik sosial. Doa bersama mengakhiri pertemuan sore itu, diikuti dengan ramah tamah sederhana—tapi penuh keakraban.
Lewat pertemuan seperti ini, relasi antara pemerintah dan masyarakat tak hanya terjaga, tapi juga menguat. Dalam suasana Lebaran, pemerintah hadir bukan di podium, tapi di tengah rakyat.[ril]








