BENGKALIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Medical First Responder (MFR) yang diselenggarakan selama tiga hari. Acara ini dilaksanakan pada Senin (02/12/2024) di Balai Diklat BKPP Bengkalis dan melibatkan petugas PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkalis, Drs. Sufandi, MP. Dalam sambutannya, Sufandi menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas dalam penanganan darurat medis saat bencana. “Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan tim kami dalam merespons situasi darurat di lapangan,” tegas Sufandi.
Bimtek ini menghadirkan instruktur dari Basarnas Pekanbaru, salah satunya Ibnu Putra Dewantoro, Kasi Sumda SAR Pekanbaru. Dalam kesempatan tersebut, Ibnu menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar pertolongan medis di situasi krisis. “Kami ingin memastikan setiap peserta mampu menjadi responder pertama yang andal dan profesional,” ujarnya.
Sebanyak 60 peserta dari berbagai unit kerja BPBD Bengkalis mengikuti pelatihan ini. Materi yang diberikan mencakup penilaian kondisi korban, penanganan cedera serius, hingga prosedur evakuasi yang aman. Selain itu, peserta juga diajarkan cara menggunakan peralatan medis darurat yang sesuai standar operasional.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari upaya peningkatan kapasitas SDM BPBD Bengkalis dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kabupaten Bengkalis, yang merupakan wilayah rawan bencana seperti banjir dan kebakaran hutan, memerlukan tim penanggulangan yang sigap dan terlatih.
Menurut Sufandi, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antar-lembaga dalam menghadapi situasi darurat. “Kami ingin membangun sinergi yang baik antara BPBD dan Basarnas, sehingga respon terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung. Salah seorang peserta, Hendri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. “Saya merasa lebih siap untuk menghadapi situasi darurat di lapangan setelah mengikuti pelatihan ini,” katanya.
Bimtek Medical First Responder ini dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (04/12/2024). Hari pertama difokuskan pada teori dasar, sedangkan dua hari berikutnya akan diisi dengan praktik lapangan dan simulasi penanganan darurat.
Dengan adanya pelatihan ini, BPBD Bengkalis berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. Peningkatan kapasitas ini sejalan dengan misi BPBD untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan petugas kami melalui pelatihan-pelatihan seperti ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tutup Sufandi.








