PRODESANEWS.COM | PEKANBARU – Pulau Bengkalis, Rupat dan Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan pulau terluar Indonesia yang berlokasi di Riau. Pulau di Pesisir Riau tersebut beberapa tahun belakangan mengalami abrasi, imbas hempasan ombak Selat Malaka.
Diketahui, ketiga pulau tersebut sebagian besar daerahnya memiliki ketinggian 2 meter dari permukaan laut. Topografi semacam itu membuat pulau ini rentan mengalami abrasi dan air, dan hingga saat ini masih terus terjadi. Bahkan panjang abrasi dipulau tersebut sudah mencapai ratusan kilometer.
Gubenur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, pulau-pulau tersebut jika tidak segera diatasi, maka abrasi akan terus meluas dan mengancam keberadaan pulau itu sendiri.
“Abrasinya sudah semakin memprihatinkan, bahkan panjangnya sudah mencapai 137 Km, ini juga jadi abrasi yang terpanjang di Indonesia. Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak akan sanggup. Untuk itu kami minta dukungan pemerintah pusat,” ujarnya, Senin (05/09/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, selain terjadi abrasi pantai di tiga pulau tersebut, dilokasi itu saat ini juga terjadi kerusakan mangroove seluas 16 ribu hektare. Untuk penyebab abrasi tersebut adalah karena karakteristik pulau-pulau itu bertanah gambut.
“Percepatan abrasi ini akibat hantaman gelombang laut pada bulan tertentu,” ucap Gubri.
Dengan panjangnya abrasi tersebut sambung Gubri, pihaknya sudah memperkirakan penanganannya tidak akan selesai pada 2024 mendatang. Karena itu selain menggunakan dana APBD, penangangan abrasi tersebut juga menggunakan dana APBN.
“Penangangan abrasi itu juga sudah masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Tapi walaupun sudah masuk RPJMN, tidak akan selesai pada 2024 karena begitu panjang abrasinya,” pungkasnya.(ril)








