Menu

Mode Gelap

Terkini · 24 Okt 2022 09:42 WIB ·

BPOM RI Rilis 23 Obat Syrup yang Aman di Konsumsi


 BPOM RI Rilis 23 Obat Syrup yang Aman di Konsumsi Perbesar

PRODESANEWS COM | BENGKALIS – Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan edaran yang melarang apotek maupun tenaga kesehatan untuk memberikan obat apapun dalam bentuk cair atau syrup. Langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan, terkait dugaan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sebagai pemicu gagal ginjal akut pada anak.

Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memaparkan hasil tindak lanjut dari temuan Kemenkes terhadap 102 obat pada sejumlah rumah pasien gagal ginjal akut misterius.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 102 obat tersebut, guna melihat apakah mengandung EG dan DEG. Kedua bahan ini diduga menjadi pemicu gagal ginjal akut pada ratusan anak di Indonesia.

“Kemudian dari 102 obat itu, ada 23 produk yang tidak mengandung pelarut, seperti propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol dan atau gliserin/gliserol. Sehingga aman untuk digunakan,” ujar Penny dalam konferensi pers nya, Minggu (23/10/2022).

Adapun daftar 23 produk obat tersebut sebagai berikut:

1. Alerfed Syrup (Guardian Pharmatama)

2. Amoxan (Sanbe farma)

3. Amoxicilin (Mersifarma TM)

4. Azithromycin Syrup (Natura/Quantum Labs)

5. Cazetin (Ifras Pharmaceutical Laboratories)

6. Cefacef Syrup (Caprifarmindo Labs)

7. Cefspan Syrup (Kalbe Farma)

8. Cetirizin (Novapharin)

9. Devosix drop 15 ml (Ifras Pharmaceutical Laboratories)

10. Domperidon Syrup (Afi Farma)

11. Etamox Syrup (Errita Pharma)

12. Interzinc (Interbat)

13. Nytex (Pharos)

14. Omemox (Mutiara Mukti Farma)

15. Rhinos Neo drop (Dexa Medica)

16. Vestein (Erdostein) (Kalbe)

17. Yusimox (Ifras Pharmaceutical Laboratories)

18. Zinc Syrup (Afi Farma)

19. Zincpro syrup (Hexpharm Jaya)

20. Zibramax (Guardian Pharmatama)

Baca Juga:  Posal Bengkalis Tuan Rumah, Pemda Kabupaten Siak Cek Kesiapan Jelang Kunjungan 13 Orang Jendral Petinggi Angkatan Laut

21. Renalyte (Pratapa Nirmala)

22. Amoksisilin

23. Eritromisin

Penny menambahkan dari 23 obat tersebut, ada tujuh obat yang aman digunakan sepanjang sesuai dengan aturan pakai, diantaranya:

1. Ambroxol HCI (Kimia Farma)

2. Anakonidin OBH (Konimex)

3. Cetirizin (Sampharindo Perdana)

4. Paracetamol (Mersifarma TM)

5. Paracetamol (Kimia Farma)

6. Paracetamol Syrup (Afi Farma)

7. Paracetamol Drops (Afi Farma).

Dengan dikeluarkannya daftar obat yang aman dari risiko cemaran EG dan DEG, Kemenkes menyatakan bahwa edaran tersebut masih berlaku untuk obat yang dinyatakan tidak aman. Sedangkan obat yang sudah dipastikan aman, sudah boleh dikonsumsi lagi.(ril)

Artikel ini telah dibaca 754 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasmarni Ancam Sanksi Tegas Kepala Sekolah Terlibat Pungli PPDB

8 Juni 2026 - 15:50 WIB

Kasmarni melantik 215 kepala sekolah dan menegaskan larangan Pungli PPDB di Bengkalis.

Pengendalian Korupsi Bengkalis Jadi Sorotan, Kasmarni Minta Perbaikan

8 Juni 2026 - 14:10 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) Tahun 2026 di Kantor Bupati Bengkalis.

Kasmarni Dukung MoU Perlindungan Hukum Guru di Bengkalis

8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menyaksikan penandatanganan MoU perlindungan hukum guru antara PGRI Kabupaten Bengkalis dan Polres Bengkalis.

Sekda Minta Satgas Perkuat Deteksi Dini Karhutla Bengkalis

4 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sekda Bengkalis Ersan Saputra memeriksa peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan saat apel kesiapsiagaan tahun 2026.

Perpisahan SDN 4 Bengkalis Buktikan Acara Sederhana Tetap Berkesan

3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Siswa kelas VI mengikuti Perpisahan SDN 4 Bengkalis di halaman sekolah.

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Bengkalis Soroti Pentingnya Akurasi Data

2 Juni 2026 - 10:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Bengkalis.
Trending di Pemerintah Daerah