Prodesanews com | Bengkalis โ Perpisahan SDN 4 Bengkalis berlangsung sederhana tanpa kemewahan pada Rabu, 3 Juni 2026. Meski demikian, pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 itu tetap berlangsung meriah dan penuh haru di tengah kehadiran orang tua, guru, serta sejumlah pejabat daerah.
Pihak sekolah menggelar kegiatan tersebut mengikuti imbauan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis agar satuan pendidikan melaksanakan acara perpisahan secara sederhana dan tidak membebani sekolah maupun orang tua. Kebijakan itu tidak mengurangi antusiasme para peserta yang memadati halaman sekolah sejak pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis diwakili Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Busyairil. Hadir pula perwakilan Camat Bengkalis Giwang Sora Bhina, Koordinator Wilayah Kecamatan Pendidikan Bengkalis Zahara, Ketua Komite Sekolah Said Busra Mufrizal beserta jajaran, serta para wali murid.
Kepala SDN 4 Bengkalis Silvia Gaiatri bersama seluruh guru menyambut para tamu. Kehadiran unsur pemerintah, sekolah, komite, dan orang tua di acara Perpisahan SDN 4 Bengkalis ini menunjukkan dukungan terhadap pelepasan siswa yang mengedepankan kesederhanaan tanpa menghilangkan makna kebersamaan.
Silvia mengatakan kesederhanaan bukan menjadi penghalang bagi sekolah untuk menghadirkan momen perpisahan yang bermakna bagi para siswa.
“Kami sengaja melaksanakan perpisahan secara sederhana sesuai arahan Dinas Pendidikan. Namun yang terpenting bukan kemeriahannya, melainkan bagaimana anak-anak dapat mengenang masa belajar mereka dengan penuh kebahagiaan dan rasa hormat kepada guru,” kata Silvia.
Suasana semarak langsung terasa saat tabuhan kompang mengiringi kedatangan para undangan. Tari Persembahan kemudian membuka rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang pagi.
Beragam kreativitas siswa mewarnai pelepasan tersebut. Tim ekstrakurikuler tari membawakan Zapin Rajuk Rindu, sementara siswa kelas I tampil melalui Tari Seringgit Dua Kupang. Siswa kelas III juga menunjukkan kepercayaan diri mereka lewat peragaan busana yang mengundang tepuk tangan para hadirin.
Kemeriahan berlanjut melalui Tari Rukun Sama Teman yang dibawakan siswa kelas II, pertunjukan pantomim oleh Faqih dan Alika, demonstrasi karate, serta semaphore dance dari anggota Pramuka. Siswa kelas V kemudian menampilkan Tari Ketipak Payung, sedangkan siswa kelas IV membawakan Tari Setinggi Langit.
Selain menampilkan bakat dan kreativitas, sekolah juga memberi ruang bagi penguatan karakter keagamaan. Suasana berubah khidmat ketika Al Ghazali, Salsabila Nadhifa, dan Zikri Alif Alkhalifi melantunkan hafalan Surah An-Naba di hadapan para tamu undangan.
Siswa kelas VI yang menjadi pusat pelepasan turut mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Kelas VIA membawakan Tari Zapin Ngenang, sedangkan kelas VIC menampilkan drama teatrikal bertajuk Selamat Tinggal Guruku yang menggambarkan hubungan emosional antara guru dan murid. Adapun kelas VIB menghadirkan Tari Kreasi Modern yang enerjik.
Keakraban antara guru dan siswa turut terlihat dalam kegiatan tersebut. Ranti Purnamasari membawakan lagu Melayu berjudul Madah, sementara Silvia Gaiatri bersama sejumlah guru tampil sebagai penari latar. Penampilan itu mengundang tawa sekaligus tepuk tangan para tamu yang hadir.
Suasana semakin hangat ketika Flora Meydina, Yessy Irmayanti, dan Faradila berkolaborasi membawakan lagu “Saat Kau Telah Mengerti”. Lagu tersebut menyampaikan pesan tentang perjalanan anak-anak menuju masa depan dan menjadi persembahan khusus bagi para lulusan.
Memasuki penghujung kegiatan, suasana yang semula penuh keceriaan perlahan berubah menjadi haru. Seluruh siswa kelas VI berdiri bersama menyanyikan lagu Terima Kasih Guruku dan Selamat Tinggal Guru dan Kawanku. Sejumlah siswa tampak menahan tangis saat mengenang kebersamaan mereka selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah itu.
Suasana haru mencapai puncaknya ketika para siswa mulai bersalaman dengan guru dan orang tua. Tangis pecah di berbagai sudut halaman sekolah saat para murid memeluk guru yang selama ini mendampingi mereka belajar. Sejumlah orang tua yang menyaksikan momen tersebut tampak ikut larut dalam suasana emosional.
Pelukan hangat antara guru dan murid menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Pada saat yang sama, momen itu menandai langkah baru para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Silvia berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi dan membawa nilai-nilai baik yang diperoleh selama bersekolah.
“Kami berharap anak-anak terus melanjutkan pendidikan dengan semangat belajar yang tinggi. Kenangan selama enam tahun di SDN 4 Bengkalis ini semoga menjadi bekal yang baik untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” ujar Silvia.[pnc/ril]








