Menu

Mode Gelap

Sorot · 20 Apr 2026 16:55 WIB ·

Dana PI PT BLJ Rp224 M Disorot, GMNI Desak Copot Dirut


 📸 GMNI Bengkalis menggelar aksi di Kejari Bengkalis untuk mendesak audit dana PI PT Bumi Laksamana Jaya senilai Rp224 miliar. Perbesar

📸 GMNI Bengkalis menggelar aksi di Kejari Bengkalis untuk mendesak audit dana PI PT Bumi Laksamana Jaya senilai Rp224 miliar.

Prodesanews.com | Bengkalis – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bengkalis mendesak Kejaksaan Negeri Bengkalis mengaudit pengelolaan dana Penyertaan Investasi (PI) 2023 senilai sekitar Rp224 miliar di PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Mereka juga meminta pencopotan Direktur Utama BUMD itu karena menilai pengelolaannya tidak transparan.

Desakan itu disampaikan melalui aksi di Kantor Kejari Bengkalis, Senin, 20 April 2026. Massa menilai dana publik bernilai besar harus diawasi ketat agar tidak memicu dugaan penyimpangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis, Wahyu Ibrahim, menerima perwakilan massa. Dalam pertemuan itu, GMNI menyerahkan dokumen berisi sejumlah tuntutan, mulai dari audit menyeluruh dana PI 2023 hingga evaluasi kepemimpinan PT BLJ.

Selain audit dana PI, tuntutan tersebut juga mencakup pemeriksaan penggunaan anggaran pada program revitalisasi SPBU dan pembangunan kantor tahap pertama. Kedua proyek itu dinilai belum menunjukkan manfaat yang sepadan dengan besarnya dana yang telah dikeluarkan.

GMNI juga mendorong Kejaksaan menelusuri seluruh unit usaha PT BLJ, termasuk memeriksa aliran dana. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada ketidakwajaran dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut.

Dorongan turut diarahkan pada pemeriksaan jajaran direksi dan komisaris, termasuk penggunaan anggaran perjalanan dinas yang dinilai tidak efektif dan minim dampak.

Selain itu, GMNI meminta Kejaksaan membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. Mereka menilai keterbukaan penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan dana yang bersumber dari uang daerah.

Ketua Umum GMNI Bengkalis, Asrul, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial atas penggunaan uang publik. “Dana ratusan miliar rupiah harus jelas peruntukannya. Jika ada indikasi penyimpangan, aparat harus mengaudit dan membukanya ke publik,” kata dia.

Baca Juga:  Dilaporkan Mencuri TBS, Petani KPPA Kecamatan Bantan Sebut Perusahaan Salah Alamat

Ia menegaskan aparat penegak hukum perlu bertindak tegas agar persoalan tidak berhenti pada aspek administratif. “Jangan sampai persoalan ini berlarut tanpa kejelasan karena menyangkut uang rakyat,” ujarnya.

Kejari Bengkalis menyatakan akan mengkaji seluruh tuntutan tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan lanjutan terkait audit dana PI maupun desakan pencopotan Direktur Utama PT Bumi Laksamana Jaya.[ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perpisahan SDN 4 Bengkalis Buktikan Acara Sederhana Tetap Berkesan

3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Siswa kelas VI mengikuti Perpisahan SDN 4 Bengkalis di halaman sekolah.

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wabup Bengkalis Soroti Pentingnya Akurasi Data

2 Juni 2026 - 10:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Bengkalis.

Hari Lahir Pancasila, Wabup Bengkalis Soroti Peran Indonesia Jaga Perdamaian

1 Juni 2026 - 10:00 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kantor Bupati Bengkalis.

Hari Berkah, PWI Riau Gelar Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha

28 Mei 2026 - 10:09 WIB

Sapi Qurban Presiden dari APBN Tuai Kritik Keras PDIP

27 Mei 2026 - 17:00 WIB

Guntur Romli mengkritik penggunaan APBN untuk pembelian sapi kurban Presiden Prabowo.

BLT -DD Tahap 1,2 dan 3 Disalurkan, 20 KPM Desa Sungai Batang Terima Manfaat

26 Mei 2026 - 15:33 WIB

Trending di Terkini