Menu

Mode Gelap

Politik · 10 Apr 2026 21:45 WIB ·

Bengkalis Bertumpu pada Transfer Pusat di Tengah Lemahnya PAD


 📸 Komisi III DPRD Bengkalis bersama jajaran Kanwil DJPb Riau berfoto bersama usai pertemuan di Pekanbaru. Perbesar

📸 Komisi III DPRD Bengkalis bersama jajaran Kanwil DJPb Riau berfoto bersama usai pertemuan di Pekanbaru.

Prodesanews.com | Pekanbaru — Ketergantungan fiskal Kabupaten Bengkalis terhadap transfer pemerintah pusat kembali menjadi perhatian di tengah dorongan penguatan pendapatan asli daerah (PAD). Struktur penerimaan daerah dinilai belum cukup kuat untuk menopang kebutuhan pembangunan secara mandiri.

Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis, 9 April 2026. Dalam forum itu, pembahasan difokuskan pada efektivitas pengelolaan keuangan daerah, mulai dari penyaluran APBN hingga kinerja belanja daerah.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau, Adnan Wimbyanto, mengatakan lembaganya tidak hanya berfungsi sebagai penyalur anggaran negara di daerah, tetapi juga berperan sebagai penasihat fiskal bagi pemerintah daerah. Peran tersebut mencakup asistensi kebijakan serta penguatan tata kelola keuangan.

Dalam pemaparan itu, DJPb menilai kondisi transfer ke daerah untuk Bengkalis relatif stabil. Namun, stabilitas tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh efektivitas belanja, terutama dari sisi penyerapan anggaran yang masih menjadi catatan.

Sementara itu, ruang penguatan fiskal daerah dinilai masih terbuka melalui optimalisasi PAD, peningkatan kepatuhan pajak daerah, serta pemanfaatan program kementerian dan lembaga untuk mendukung pembangunan.

Ketua Komisi III DPRD Bengkalis, Sanusi, menyebut forum tersebut memberikan gambaran lebih utuh mengenai tantangan fiskal daerah. Informasi yang diperoleh menjadi dasar penting dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan anggaran.

“Banyak masukan yang kami terima terkait kebijakan transfer ke daerah dan kondisi fiskal saat ini. Ini menjadi penguatan dalam fungsi pengawasan,” ujar Sanusi.

Ia menegaskan perlunya penguatan sinergi dengan DJPb agar pengelolaan keuangan daerah tidak semata bertumpu pada transfer pusat, tetapi juga mampu mendorong kemandirian fiskal melalui PAD.

Forum tersebut turut membahas kendala teknis penyerapan anggaran serta peluang optimalisasi dukungan program pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan daerah.[pnc/ril]

Baca Juga:  Bengkalis Pacu RPPLH Hadapi Krisis Abrasi dan Gambut
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah

16 April 2026 - 17:20 WIB

Polsek Bukit Batu mengamankan dua tersangka pengedar sabu dalam pengungkapan kasus narkotika lintas wilayah Dumai-Bengkalis di Riau.

Jangkang Jadi Model Kampung Bebas Narkoba Polres Bengkalis

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kapolres Bengkalis menegaskan Desa Jangkang sebagai model kampung bebas narkoba

Bareskrim Polri Sita 21,9 Kg Sabu di Hotel Bengkalis

16 April 2026 - 14:00 WIB

Petugas Bareskrim Polri mengamankan barang bukti sabu seberat 21,9 kilogram dari sebuah kamar hotel di Bengkalis, Riau, dalam penggerebekan jaringan narkotika Malaysia–Riau.

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset

16 April 2026 - 08:00 WIB

Pertemuan BNN dan BRIN membahas riset narkotika baru NPS di Jakarta

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.
Trending di Hukrim