Menu ✖

Mode Gelap

Sorot · 10 Feb 2025 08:56 WIB ·

Kepala Desa Diminta Alokasikan 20% Dana Desa untuk Ketahanan Pangan


 📸 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025 Perbesar

📸 Fokus Penggunaan Dana Desa 2025

Prodesanews.com | BENGKALIS – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto, mewajibkan seluruh kepala desa di Indonesia mengalokasikan minimal 20 persen dana desa tahun 2025 untuk program ketahanan pangan. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2025, yang bertujuan mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan produksi lokal dan pemberdayaan ekonomi desa.

“Kami ingin desa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Alokasi 20 persen dana desa ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal serta memberdayakan masyarakat desa.” kata Yandri Susanto dikutip dari kanal YouTube Kemendes PDT, Senin (10/2/2025).

Dana tersebut wajib digunakan sebagai modal penyertaan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), BUM Desa Bersama, atau lembaga ekonomi masyarakat lainnya. Keputusan alokasi dana ini harus diputuskan melalui musyawarah desa atau antar-desa.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana desa, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi pangan lokal, meningkatkan kualitas dan keragaman pangan, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor pangan, baik di hulu maupun hilir.

Aturan ini membawa peluang besar bagi pengelola BUM Desa dan pelaku usaha lokal. Pemerintah desa diminta mengevaluasi kinerja BUM Desa yang selama ini dinilai kurang produktif. Kepala desa didorong memberikan dukungan penuh kepada pengurus BUM Desa agar mereka dapat bekerja secara profesional, inovatif, dan bertanggung jawab.

Dana desa tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp72 triliun, yang berarti alokasi 20 persen untuk ketahanan pangan setara dengan Rp14,4 triliun. Program serupa yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya berhasil meningkatkan produksi padi di beberapa wilayah hingga 15 persen.

Baca Juga:  Bupati Kasmarni Terima CSR Korban Banjir dan Bedah Rumah dari BSI

Dengan sinergi antara pemerintah desa, BUM Desa, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan. “Desa adalah fondasi utama pembangunan nasional, dan kebijakan ini adalah langkah nyata menuju kemajuan bersama,” ujar Yandri Susanto.(ril)

Artikel ini telah dibaca 588 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional