Menu

Mode Gelap

Hukrim · 20 Mei 2022 13:55 WIB ·

2 Pengirim Pekerja Migran Ilegal Diringkus Polda Riau, 1 DPO


 Teks foto : Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, saat menggelar konferensi pers, Jum'at (20/5/2022) di Mapolda Riau. Perbesar

Teks foto : Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, saat menggelar konferensi pers, Jum'at (20/5/2022) di Mapolda Riau.

PRODESANEWS.COM | PEKANBARU – Dua pelaku pengiriman pekerja migran indonesia (PMI) ke Malaysia di tangkap Polda Riau. Pasalnya para pelaku mengirimkan PMI tersebut secara ilegal.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membeberkan, para pelaku itu yakni ES alias EP warga Rupat dan wanita berinisial SS warga Dumai serta ZP yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Sunarto menjelaskan, terbongkarnya sindikat pengiriman PMI ilegal itu setelah Ditreskrimum Polda Riau mengamankan 1 kapal pompong dan 1 speedboat 2 mesin yang hendak melansir atau membawa pekerja migran Indonesia di Dusun Selomang Baru Desa Makeruh Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau pada Minggu (15/5/2022) lalu sekitar pukul 18.45 WIB.

“Pengungkapan berawal dari ditangkapnya 1 kapal pompong dan 1 speedboat 2 mesin milik ZP alias BK yang digunakan untuk melansir atau membawa pekerja migran Indonesia,” ujar Sunarto pada saat menggelar konferensi pers, Jum’at (20/5/2022) di Mapolda Riau.

Pelaku ZP alias BK, sambung Sunarto, diketahui juga sebagai pemilik pompong dan speedboat sekaligus tekong yang membawa PMI ke Malaysia.

Saat penyergapan, ZP berhasil kabur dengan cara menabrakkan kapalnya menerobos hutan bakau dan melarikan diri. Namun polisi berhasil mengamankan ES alias EP, bertugas sebagai orang yang mencarikan penumpang speed boat (tekong darat)

“Upaya pengejaran yang dilakukan oleh petugas mengalami kendala gelapnya malam dan situasi medan hutan bakau,” kata Sunarto.

Pengembangan terus dilakukan dan keesokan harinya pada Senin (16/5/2022) sekitar pukul 17.20 WIB, tim berhasil mengamankan pelaku lainnya seorang wanita berinisial SS di Kelurahan Pelitung Kecamatan Medang Kampai Dumai.

“SS ditangkap saat sedang membawa makanan untuk para pekerja migran Indonesia yang ditampung dsebuah rumah kosong yang berada ditengah hutan,” ungkap Sunarto.

Baca Juga:  Kembangkan Keterampilan Masyarakat, Melalui Dana Bermasa Pemdes Sungai Batang Taja Pelatihan Menjahit

Di dalam rumah penampungan itu, tim menemukan 19 orang dengan rincian 3 orang merupakan warga negara Myanmar yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.

Kurun waktu setengah jam kemudian, tak jauh dari lokasi penampungan awal, petugas kembali menemukan sebanyak 50 pekerja migran di sebuah ruko di Pelintung, Medang Kampai, Dumai yang juga hendak diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal.

Penanganan ke 50 pekerja migran ini selanjutnya diserahkan ke Polres Dumai untuk dikembalikan ke tempat asal mereka.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah menjalankan aktifitas ilegal ini selama 5 bulan dan telah memberangkatkan ratusan orang pekerja migran Indonesia ke Malaysia.

Pelaku ES alias EP mengaku sebagai perekrut pekerja imigran atau tekong darat yang bertugas membawa ke Dumai menuju Rupat dan mendapatkan upah Rp 4,7 juta serta tambahan sebagai tekong laut.

Sedangkan SS berperan sebagai perekrut dan penampung PMI yang berasal dari Sulsel, NTB, Jawa, Aceh, Sumut serta WNA Myanmar.

“Ia menerima upah antara Rp 5 -13 juta sesui arahan tekong laut, untuk kemudian diberangkatkan menuju Malaysia menggunakan speedboat,” kata Sunarto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 4 Jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan TP Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta.

Narto minta kepada para pelaku pelaku pengirim pekerja migran ilegal untuk menghentikan aksinya, dan pihaknya tidak segan menindak siapapun yang terlibat didalamnya.

“Saya tegaskan kepada para pelaku, hentikan aktifitas ilegal itu. Polda Riau akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalamnya,” tegasnya.(ril)

Artikel ini telah dibaca 246 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BPBD Bengkalis Lakukan Identifikasi Penyebab Banjir Di Kecamatan Bantan Penyebabnya Sungai Ciputih Mengalami Pendangkalan

4 Desember 2022 - 06:01 WIB

Hari Ini, Pembalap Tour de Siak 2022 Mulai Bertanding

2 Desember 2022 - 13:01 WIB

Pemuda Asal Mandau diringkus Satres Narkoba Polres Bengkalis

2 Desember 2022 - 08:05 WIB

Sat Res Narkoba Polres Bengkalis Kembali Bekuk Pengedar Sabu di Pinggir

1 Desember 2022 - 16:48 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis Bekuk Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Ganja di Mandau

1 Desember 2022 - 14:41 WIB

Lakukan Giat Bersama, Kapolres Meranti Blusukan ke Pasar dan Warung Kopi

1 Desember 2022 - 09:50 WIB

Trending di Sorot