Prodesanews.com | BENGKALIS – Upaya penyelundupan bawang putih ilegal yang diangkut dari Malaysia, menggunakan Kapal Motor (KM) Surya Jaya berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Bengkalis. Operasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Bea Cukai dengan subdirektorat patroli laut dan intelijen DJBC, serta kantor DJBC Tanjung Balai Karimun bersama satuan tugas gabungan patroli Bea Cukai.
Operasi ini dimulai dari informasi yang diperoleh Kantor Wilayah Bea Cukai (KWBC) khusus Kepulauan Riau, yang memantau aktivitas pengangkutan barang ilegal tersebut. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis, Agoes Widodo, menjelaskan bahwa KM Surya Jaya dilaporkan membawa bawang putih ilegal dari Batu Pahat, Malaysia menuju perairan Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga satuan tugas patroli gabungan disiagakan untuk memantau rute tersebut.
“Pada Senin, 14 Oktober 2024 lalu, KM Surya Jaya terdeteksi melaju dengan kecepatan tinggi dan mengabaikan sinyal pemberhentian dari petugas. Hal ini memicu pengejaran oleh petugas, yang kemudian menyebabkan tabrakan sehingga kapal petugas mengalami kebocoran,” jelas Agoes Widodo pada Jumat (1/11/2024).
Setelah berulang kali melakukan pengejaran, petugas akhirnya berhasil menguasai dan menepi di kapal tersebut. Sementara itu, tiga awak kapal (ABK) melompat ke laut untuk melarikan diri, dan satu lainnya ditemukan bersembunyi di ruang mesin. Upaya penyelamatan terhadap ABK yang melarikan diri terpaksa dihentikan karena kapal petugas mengalami kerusakan akibat tabrakan.
“Dalam operasi ini, petugas berhasil menangkap satu tersangka berinisial R dan mengamankan barang bukti berupa 1.530 kantong atau sekitar 29 ton bawang putih ilegal tanpa dokumen resmi,” jelas Agoes Widodo.
Melalui penindakan ini, Bea Cukai Bengkalis berhasil mencegah potensi kerugian negara dan penyebaran barang-barang ilegal. Bea Cukai Bengkalis berkomitmen untuk terus mengawasi lalu lintas barang impor dan ekspor.
“Dukungan dari masyarakat sangat kami perlukan dalam menjaga wilayah Indonesia dari masuknya barang ilegal,” pungkas Kepala KPPBC.








