Menu

Mode Gelap

Sorot · 11 Apr 2026 09:00 WIB ·

Polri Genjot RUU Perampasan Aset Bandar Narkoba, Efektifkah?


 📸 Pejabat Bareskrim Polri menyampaikan keterangan.(Sumber: Divisi Humas Polri) Perbesar

📸 Pejabat Bareskrim Polri menyampaikan keterangan.(Sumber: Divisi Humas Polri)

Prodesanews.com | Bengkalis — Bareskrim Polri mendorong perampasan aset dalam RUU Narkotika dan Psikotropika untuk memutus aliran dana jaringan narkoba. Namun, celah penegakan hukum di lapangan memunculkan pertanyaan soal efektivitasnya.

Usulan itu disampaikan melalui akun resmi Facebook Divisi Humas Polri. Penguatan aturan penyitaan hasil kejahatan dinilai penting untuk menekan kekuatan finansial jaringan, termasuk yang beroperasi lintas negara melalui kerja sama internasional.

“Perampasan aset bukan sekadar hukuman tambahan, tapi strategi utama untuk melumpuhkan jaringan narkotika dari sisi finansial,” demikian disampaikan dalam unggahan itu.

Pendekatan ini menandai pergeseran dari penindakan berbasis pelaku menuju pembongkaran sumber daya ekonomi kejahatan. Polri juga mengusulkan pemanfaatan aset sitaan untuk mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta operasional satuan tugas.

RUU Narkotika dan Psikotropika yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026 ditargetkan lebih responsif terhadap pola kejahatan yang kian kompleks, sekaligus menyeimbangkan penegakan hukum dan rehabilitasi.

Namun, dorongan ini berhadapan dengan sorotan publik. Sejumlah warganet mempertanyakan prioritas kebijakan tersebut, membandingkannya dengan upaya perampasan aset dalam kasus korupsi.

“Harusnya dukung dan kompak untuk UU rampasan aset koruptor,” tulis seorang pengguna media sosial. Komentar lain menyebut, “Yang diharapkan rakyat perampasan aset koruptor, malah ini perampasan aset narkoba.”

Kritik juga menyentuh penegakan hukum. Seorang warganet menyinggung kasus bandar narkoba dengan barang bukti puluhan kilogram yang dilaporkan melarikan diri saat diperiksa di kantor polisi. Peristiwa itu dinilai menggerus kepercayaan publik.

Komentar lain menyoroti perlunya tindakan tegas terhadap aparat yang terlibat pelanggaran. “Cukup lakukan tindakan tegas pada oknum,” tulis pengguna lain.

Respons tersebut menunjukkan persoalan tidak berhenti pada desain kebijakan. Publik menyoroti konsistensi pelaksanaan, dari penyidikan hingga pengawasan internal.

Baca Juga:  Perkuat Pangan Lokal, Wabup Tekan Inflasi Lewat Telur dan Cabai

Perampasan aset dapat menjadi instrumen penting untuk menekan jaringan narkotika. Namun, tanpa penegakan hukum yang konsisten, strategi ini berisiko kehilangan daya tekan.

Di atas kertas, perampasan aset menjanjikan efek jera. Di lapangan, yang dipertaruhkan tetap kepercayaan.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jangkang Jadi Model Kampung Bebas Narkoba Polres Bengkalis

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kapolres Bengkalis menegaskan Desa Jangkang sebagai model kampung bebas narkoba

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset

16 April 2026 - 08:00 WIB

Pertemuan BNN dan BRIN membahas riset narkotika baru NPS di Jakarta

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.

Dapur Mewah di Atas Jalan Berlumpur

15 April 2026 - 16:52 WIB

Kendaraan Listrik Operasional MBG dan Ironi Guru di Jalan Lumpur

Elegansi Limbah di Panggung MTs Raudhatut Thullab Siak Kecil

15 April 2026 - 13:00 WIB

Siswa MTs Raudhatut Thullab mengenakan kostum dari barang bekas saat perayaan Milad MTs Raudhatut Thullab ke-36 di Bengkalis.
Trending di Pendidikan