PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Pondok Pesantren Madani, Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik Indonesia.
Upacara dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Madani, Kiayi Suyendri, Rabu 17 Agustus 2020 di halaman pondok pesantren dan diikuti para pengajar dan seratusan santi dan santri wati pondok pesantren tersebut.
Menariknya, usai apel upacara para santri dituntun berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Satria Bengkalis, Jalan Pramuka, Bengkalis.
Hal berbeda yang dilakukan pondok pesantren tersebut, membuat para santri semakin bahagia bersemangat dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia serta memberi kesan tersendiri bagi para santri.

Nur Alya Annisa, misalnya. Santriwati Pondok Pesantren Madani mengaku bahagia dan senang dapat mengikuti ziarah ke makam pahlawan.
“Alhamdulillah, kami semua santri merasa senang ziarah makam, terharu dan bangga karena bisa memasuki dan ziarah di makam para pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawa harta dan tahta demi kemerdekaan anak cucunya. Insya Allah, kami makin semangat belajar di pesantren dan cinta tanah air,” kata santriwati yang mengaku hampir 2,5 tahun mondok di Pesantren Madani ini.
Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Madani, Kiayi Suyendri, menyampaikan, bahwa dalam memperingati sempena HUT RI ini, keluarga besar Pesantren Madani, telah melaksanakan giat upacara bendera.
“Dilanjutkan dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan dengan berjalan kaki sepanjang 3 km. Sebanyak 120 yang ikut, ditambah para ustad, dan ustadzah, ” katanya.
Giat ziarah ini sambungnya, sebagai pembelajaran kepada santri untuk mengenang dan mengingat jasa para pahlawan, menghidupkan nilai – nilai nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air kepada para santri pesantren Madani
“Allhamdulillah, secara keseluruhanya perayaan HUT RI ke 77 di Pesantren Madani, berjalan khidmat dan lancar, dilanjutkan giat tahun ini dengan berziarah ini memberikan ghiroh kepada para santri untuk meningkatkan semangat nasionalisme, belajar tidak menyerah dan patuh kepada orang tua, ” pungkasnya.(ril)








