Bengkalis, – Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis mengumumkan penutupan sementara Dermaga 1 Pelabuhan Penyeberangan Air Putih pada 12-13 Desember 2024. Keputusan ini diambil untuk mendukung kelancaran perbaikan fasilitas pelabuhan, termasuk dolphin dan catwalk,(10/12).
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan penyeberangan bagi masyarakat dan memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna jasa transportasi. Penutupan ini telah disampaikan melalui surat resmi bernomor 500.11.18.1/Dishub-Ply/XII/618/2024 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Muhammad Adi Pranoto, S.E., M.M.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak terkait, seperti Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Riau, Kepala UPT Penyeberangan Dishub Bengkalis, hingga Supervisor ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Penyeberangan Air Putih dan Sungai Selari.
Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis mengungkapkan pentingnya penutupan ini. “Perbaikan ini dilakukan agar pelayanan dapat berjalan optimal, terutama menjelang libur akhir tahun yang biasanya mengalami lonjakan penumpang,” ujarnya.
Penutupan sementara ini diperkirakan akan memengaruhi jadwal penyeberangan antardaerah di Bengkalis. Para pengguna jasa diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik selama masa perbaikan berlangsung.
Selain itu, pihak terkait telah diminta untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar menghindari kebingungan. “Kami berharap masyarakat dapat memaklumi dan mendukung perbaikan ini demi kenyamanan jangka panjang,” lanjut Adi Pranoto.
Dermaga Air Putih merupakan salah satu jalur vital bagi aktivitas transportasi di wilayah Bengkalis. Perbaikan fasilitas ini dinilai mendesak, mengingat tingginya intensitas operasional pelabuhan.
Tembusan surat pemberitahuan ini juga disampaikan kepada Bupati Bengkalis sebagai laporan. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menangani kebutuhan infrastruktur transportasi masyarakat.
Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi terbaru melalui kanal resmi. “Kami akan memastikan perbaikan selesai tepat waktu sehingga aktivitas pelabuhan dapat kembali normal pada 14 Desember 2024,” tutup Adi Pranoto.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi di Kabupaten Bengkalis sekaligus mendukung kemajuan infrastruktur daerah.








