Prodesanews.com | BENGKALIS – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) baru saja menggelar acara pembukaan Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) tingkat Provinsi Riau yang ke-2 di Kabupaten Bengkalis, Selasa, 28 Mei 2024.
Porseni yang diikuti ratusan peserta dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau ini berlangsung cukup meriah. Inilah hajat besar para guru TK se-Propinsi Riau untuk mengasah daya kreatifitas mereka.
Saat itu, ribuan pasang mata yang hadir dibuat terpukau oleh atraksi parade budaya dari 12 kontingen kabupaten/kota se-Riau tersebut. Tak terkecuali Bunda Paud Provinsi Riau Hj Adrias Hariyanto, Bupati Bengkalis Kasmarni, Wabup H Bagus Santoso serta tamu undangan lainnya juga dibuat terkagum-kagum.
Kabupaten Bengkalis tampil pertama dalam parade budaya ini, para peserta unjuk bakat menampilkan prosesi adat pernikahan Melayu. Tampak diatas panggung Bupati Kasmarni bersama Wabup H Bagus Santoso melambaikan tangan.
Dilanjutkan, parade budaya dari Kabupaten Siak. Kemudian urutan ketiga dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang menampilkan berbagai khazanah budaya yang terinspirasi dari pohon kelapa.
Kabupaten Meranti tampil diurutan keempat, menampilkan tarian khas kabupaten tersebut, sekaligus membawa tual sagu. Penampilan selanjutnya dari Kabupaten Kampar, membawa tradisi gotong royong yang biasa dilakukan oleh masyarakat Kampar.
Selanjutnya penampilan dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Aura mistis pun kental terasa saat peserta parade menampilkan budaya lukah gilo. Alat penangkap ikan tersebut terlihat bergerak liar, sehingga membuat pontang-panting peserta yang memegang lukah.
Kemudian penampilan parade dari Kota Dumai dan disusul Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Banyak atraksi yang dibawakan peserta. Seperti mengolah beras sebelum dimasak, sasampek, randai dan lain sebagainya.
Parade selanjutnya dari Kabupaten Pelalawan, menampilkan tarian khas daerah tersebut. Dibelakangnya ada Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), salah satu atraksi memukau yang ditampilkan peserta adalah kemampuan para ibu-ibu menangkap kepiting secara cepat dan aman.
Tak mau kalah, peserta asal Kota Pekanbaru juga ikut menampilkan tariannya yang indah, kemudian disusul peserta Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebagai penutup parade.








