Menu

Mode Gelap

Sorot · 27 Jul 2023 17:35 WIB ·

Mahasiswa KKN Integrasi UNRI Sosialisasi dan Demonstrasikan Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Nanas


 ? Foto Bersama Mahasiswa KKN Integrasi UNRI saat Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Nanas di Desa Tanjung Leban. Perbesar

? Foto Bersama Mahasiswa KKN Integrasi UNRI saat Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Nanas di Desa Tanjung Leban.

PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Universitas Riau (UNRI) melakukan sosialisasi dan demonstrasi limbah nanas menjadi pupuk kompos di Pendopo Madu Biene, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Kamis (27/7/2023).

Madu Biene ini merupakan tempat pembudidayaan madu hutan di Desa Tanjung Leban yang di kembangkan Oleh Rahmadi serta dibina oleh CSR PT.Pertamina RU II Sei Pakning.

Dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Potensi Desa”, kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Ashaluddin Jalil, M.S.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Desa Umar, para petani nanas, Kepala Dusun, Perwakilan Karang Taruna, Pak Nur, Perwakilan KKN UIN Suska Riau, serta perwakilan masyarakat Desa Tanjung Leban.

Sekdes Umar, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan KKN ini serta mengajak masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah yang ada, termasuk juga limbah rumah tangga. Ia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan ilmu.yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tanjung Leban.

Kegiatan KKN mahasiswa ini dilakukan dalam rangka pembuatan pupuk kompos dari limbah nanas. Dipilihnya nanas, karena buah tersebut merupakan salah satu komoditi potensial yang ada di Desa Tanjung Leban.

Selama ini pemanfaatan nanas hanya pada daging buahnya saja, untuk kulitnya masih dibuang dan menjadi limbah yang tak termanfaatkan. Karena hal inilah tim KKN Integrasi UNRI melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi desa melakukan sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari limbah buah tersebut.

Nanas dapat dijadikan pupuk kompos berdasarkan nutrisi yang terkandung didalamnya, yaitu unsur Nitrogen 0,70%, Carbon 19,98%, Sulfur 0,08%, Natrium 0,03% dengan pH 7,9. Pupuk kompos dari limbah nanas memiliki berbagai manfaat, seperti menghemat input produksi, mengurangi kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas tanah dan kesuburan tanah.

Baca Juga:  Bengkalis Bakal Jadi Tuan Rumah Konferprov XV PWI Riau

Oleh sebab itu, pupuk kompos dari limbah nenas dapat menjadi alternatif pengganti pupuk berbahan kimia yang secara berkelanjutan dapat merusak lingkungan dan menurunkan kualitas tanah.

Pembuatan pupuk kompos tergolong mudah dan sederhana, bahan-bahannya mudah dijumpai dan langkah kerjanya juga mudah. Yang diperlukan dalam pembuatan pupuk kompos ini terdiri dari limbah nenas (kulit nenas, buah nenas, daun nenas), tanah, (Mikroorganisme) EM4, dan air.

Adapun pelaksanaan program ini berupa sosialisasi dan praktik langsung di hadapan masyarakat Desa Tanjung Leban dan disambut antusias oleh masyarakat. (ril)

Artikel ini telah dibaca 635 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

129 Tim dari 52 Perguruan Tinggi Ikuti Kontes Kapal Indonesia 2026

14 September 2026 - 12:40 WIB

Kontes Kapal Indonesia 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis

Dua Pria Ditangkap, Polisi Sita 8 Paket Sabu

14 September 2026 - 11:50 WIB

Polisi menyita delapan paket sabu dalam pengungkapan kasus narkotika di Mandau, Bengkalis

Tiga Kapolsek di Bengkalis Berganti, Ini Pejabat yang Baru

14 September 2026 - 09:00 WIB

Kapolres Bengkalis memimpin sertijab tiga Kapolsek di halaman Mako Polres Bengkalis

3 Pelaku Dibekuk, Polisi Sita 65 Bungkus Sabu asal Malaysia

10 September 2026 - 09:45 WIB

Polisi menyita 65 bungkus sabu asal Malaysia dalam pengungkapan kasus penyelundupan di Bengkalis

Polres Bengkalis Kembali Sita 65 Kg Sabu Usai Musnahkan Narkotika Senilai Rp80 Miliar

9 September 2026 - 16:20 WIB

Pemusnahan barang bukti narkotika di Polres Bengkalis

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring

7 September 2026 - 08:00 WIB

Siswa mengikuti pembelajaran daring di Pekanbaru akibat kualitas udara tidak sehat.
Trending di Pendidikan