PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi Universitas Riau (UNRI) melakukan sosialisasi dan demonstrasi limbah nanas menjadi pupuk kompos di Pendopo Madu Biene, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Kamis (27/7/2023).
Madu Biene ini merupakan tempat pembudidayaan madu hutan di Desa Tanjung Leban yang di kembangkan Oleh Rahmadi serta dibina oleh CSR PT.Pertamina RU II Sei Pakning.
Dengan mengangkat tema “Pemanfaatan Potensi Desa”, kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Ashaluddin Jalil, M.S.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Desa Umar, para petani nanas, Kepala Dusun, Perwakilan Karang Taruna, Pak Nur, Perwakilan KKN UIN Suska Riau, serta perwakilan masyarakat Desa Tanjung Leban.
Sekdes Umar, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan KKN ini serta mengajak masyarakat agar dapat memanfaatkan limbah yang ada, termasuk juga limbah rumah tangga. Ia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan ilmu.yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tanjung Leban.
Kegiatan KKN mahasiswa ini dilakukan dalam rangka pembuatan pupuk kompos dari limbah nanas. Dipilihnya nanas, karena buah tersebut merupakan salah satu komoditi potensial yang ada di Desa Tanjung Leban.
Selama ini pemanfaatan nanas hanya pada daging buahnya saja, untuk kulitnya masih dibuang dan menjadi limbah yang tak termanfaatkan. Karena hal inilah tim KKN Integrasi UNRI melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi desa melakukan sosialisasi pembuatan pupuk kompos dari limbah buah tersebut.
Nanas dapat dijadikan pupuk kompos berdasarkan nutrisi yang terkandung didalamnya, yaitu unsur Nitrogen 0,70%, Carbon 19,98%, Sulfur 0,08%, Natrium 0,03% dengan pH 7,9. Pupuk kompos dari limbah nanas memiliki berbagai manfaat, seperti menghemat input produksi, mengurangi kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas tanah dan kesuburan tanah.
Oleh sebab itu, pupuk kompos dari limbah nenas dapat menjadi alternatif pengganti pupuk berbahan kimia yang secara berkelanjutan dapat merusak lingkungan dan menurunkan kualitas tanah.
Pembuatan pupuk kompos tergolong mudah dan sederhana, bahan-bahannya mudah dijumpai dan langkah kerjanya juga mudah. Yang diperlukan dalam pembuatan pupuk kompos ini terdiri dari limbah nenas (kulit nenas, buah nenas, daun nenas), tanah, (Mikroorganisme) EM4, dan air.
Adapun pelaksanaan program ini berupa sosialisasi dan praktik langsung di hadapan masyarakat Desa Tanjung Leban dan disambut antusias oleh masyarakat. (ril)








