BENGKALIS – Denting senyap dini hari di perairan Tanjung Jati, Bengkalis, mendadak pecah oleh suara tembakan peringatan. Dua pria mencurigakan yang mengendarai sepeda motor dengan karung goni di belakangnya, berusaha kabur di antara gelap dan debur ombak. Mereka tidak tahu, malam itu adalah akhir dari misi haram yang dirancang dari seberang negeri.
Hari itu, Jumat (1/8/2025) pukul 04.50 WIB, menjadi momentum penting bagi tim gabungan anti-narkotika yang telah berhari-hari memburu bayangan penyelundupan dari Malaysia. Tim terdiri dari Direktorat Interdiksi Narkotika, Bea Cukai Bengkalis, Kanwil DJBC Riau, hingga Subdit IV Ditipid Narkoba Bareskrim Polri.
Penyelundupan narkotika melalui laut bukanlah cerita baru di Riau. Tapi informasi intelijen yang masuk sejak Kamis (31/7), pukul 10.00 WIB, menyebut ada pergerakan sabu dari Parit Jawa, Malaysia, menuju Bengkalis. Kali ini, barang laknat itu diperkirakan akan didaratkan di sekitar Desa Prapat Tunggal.
Langkah awal tim adalah mengamati, mencium jejak, dan menganalisis pola. Ketegangan meningkat ketika masyarakat kembali memberikan informasi tambahan: di sekitar pantai PT. Meskom Agri Sarimas, Jumat dini hari, akan ada pendaratan sabu dari jalur laut.
Patroli laut digelar dalam keheningan, menyusuri ombak di bawah langit gelap. Belum tampak kapal atau speedboat mencurigakan. Hingga akhirnya, dua sosok muncul di darat—dengan gerak-gerik yang seolah terbiasa menyelinap dalam malam.
Saat dihentikan, mereka panik. Tembakan peringatan meyakinkan mereka bahwa malam itu, mereka kalah. Saat karung goni dibuka, terkuaklah sepuluh bungkus sabu, masing-masing seberat satu kilogram. Kristal putih bernilai miliaran rupiah yang siap merusak generasi muda.
Dua pria yang ditangkap, berinisial R dan MR, tidak tahu banyak. Mereka hanya “disuruh Jay”, seseorang yang diduga sebagai pengendali dari balik layar. Lokasi pengambilan sudah ditentukan. R dan MR hanya tangan kecil dalam sindikat besar yang menyusup lewat jalur laut.
“Penindakan ini adalah bukti nyata komitmen kami sebagai pelindung masyarakat,” tegas Ariyadi Permana Hamdani, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bengkalis. Ia menyebut Bea Cukai akan terus bertindak cepat, profesional, dan bersinergi dengan aparat lain.
Jalur laut selalu menggoda bagi penyelundup. Tapi malam itu, gelombang tidak berpihak kepada mereka. Bengkalis masih terjaga. Dan Indonesia masih melawan.








