Bengkalis,PRODESANEWS.COM– Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tuan Guru Haji Ahmad Kabupaten Bengkalis, Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos, MT membuka langsung kegiatan perdana Sosialisasi Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian dan Pendaftaran Naskah Kuno yang diadakan di Balai Literasi Dispersip Kabupaten Bengkalis, pada Rabu (8/11/2023).
Kegaitan sosialisasi dibuka dengan pembukaan oleh protokol serta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirijen dan dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Kegiatan sosialisasi bertujuan dalam rangka penelusuran informasi tentang keberadaan naskah kuno serta Pendaftaran Naskah kuno, dan pelesatarian budaya lokal masayarakat, kegiatan sosialisasi melibatkan peserta dari 11 perwakilan kecamatan serta tamu undangan berasal dari di lingkungan dinas Perpustakaan dan kearsipan serta tamu undangan Bappeda, BPP, PMD, Pariwisata, Dinas Pendidikan, LAM, Komisi IV DPRD dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Hj. Tuti Anita Sari, SH selaku Kepala Bidang Pengembangan Koleksi, Pengolahan dan Konservasi Bahan Perpustakaan Dispersip Bengkalis dan Roni Efriadi, S.STP, M.Si selaku moderator dari Dispersip Bengkalis. Sosialisasi menghadirkan narasumber Dodi Prayitno, S.IP yang merupakan Pustakawan Madya Dipersip Provinsi Riau.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, S.Sos,MT menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut, dalam kesempatan tersebut Hendrik Dwi Yatmoko juga menyampaikan bahwa Dinas Perputakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis berupaya menggali informasi guna menelusuri keberadaan naskah-naskah kuno dalam rangka pelestarian budaya lokal.
“tentunya sebagai negri yang berbudaya dan diwarisi oleh datuk nenek kita yang dikenal memliki khazanah budaya yang tinggi masih banyak naskah-naskahh kuno yang mungkin belum terarsip dengan lengkap di perputakaan kita, dikehendaki penelusuran informasi guna menemukan naskah-naskah kuno tersebut yang kini meungkin keberadaannya ada di Tengah-tengah Masyarakat,” ujrnya.
Lebih lanjut Hendri Dwi Yatmoko berharap, dengan kegiatan sosialisasi yang di fasilitasi oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan dapat membuka jalan bagaiman informasi terkait keberadaan naskah kuno serta pelestarian budaya lokal dapat di aplikasikan di tengah-tengah Masyarakat.

“ini sebuah upaya kita dalam rangka upaya pelestarian budaya lokal serta penelusuran keberadaan naskah-naskahh kuno yang merupakan peninggalan oleh datuk nenek kita sebagai khazanah budaya dapat terarsip dengan lengkap di perpustakaan dinasn Perpustaan dan kearsipan Kabupaten Bengkalis,” Ujarnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya narasumber Dodi Prayitni S.IP dalam pemaparan materi menyampaikan Langkah dan strategi dalam Upaya pelestarian budaya lokal serta penelusuran naskah kuno sebagai peninggalan khazanah kebudayaan melayu. Dimulai dengan pembahasan difinisi hingga inti materi sosialisasi di kupas tuntas oleh naras umber.
“Tujuan dari sosialisasi inikan adalah untuk penelusuran informasi atau dalam hal ini naskah kuno, pelestarian budaya lokal untuk informasi kedepannya,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, ”Naskah kuno ini sangat baik sebenarnya untuk anak-anak kita kedepan untuk mengetahui sejarah tentang informasi-informasi pada masa dulu sampai sekarang, dari jaman batu, jaman daun sampai era digital sekarang ini,’ ujarnya lagi.
Dodii juga menyampaikan kelemahan, serta pentingnya menjaga keberadaan khazahan kebudayaan agar tetap ada dan diwarisi oleh generasi selanjutnya.
”Sebenarnya kita harus tau, inikan kekayaan kita, budaya kita, jadi kalau kita tidak tau dan kita tidak dipersiapkan dari sekarang tentang naskah-naskah, ini akan hilang dan pasti akan hilang,” tambah Dodi.
“Dan itulah tugas kita Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis khususnya dalam hal melaksanakan kegiatan ini. Dalam mengumpulkan naskah, melestarikan naskah gunanya jangan sampai naskah yang sudah ada hilang begitu saja tanpa ada jejaknya,” ungkap Dodi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung baik serta aktif, dimana para peserta antusia mengikuti kegitan tersebut, selain narasumber, tampak juga para peserta turut aktif menyampaikan pertanyaan.
Selanjutnya usai penyampaian materi sosialisi dan dilanjutkan dengan tanya jawab oleh para peserta akhirnya acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator Roni Afriadi,S.STP.dan acara ditutup dengan poto bersama.








