PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Akhir-akhir ini banyak beredar modus penipuan mencatut nama sejumlah pejabat. Oknum penipu tersebut memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) seperti Whatsapp (WA), Facebook, Instagram, dan platform lainnya sebagai media untuk melakukan penipuan.
Modus penipuan itu berkedok memberikan bantuan kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, panti asuhan, hingga rumah ibadah. Untuk meyakinkan korban, biasanya pelaku menggunakan foto pejabat pada akun WA dan medsos bersangkutan dan seolah sebagai pejabat asli.
Baru-baru ini bendahara masjid Jami’atul Ikhlas Desa Senggoro Bengkalis H Basri mengaku telah ditipu oleh oknum yang mengatasnamakan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis, H Bagus Santoso.
Mantan Kabag Humas Pemkab Bengkalis itu kehilangan semua tabungan di rekeningnya sebesar Rp.48 juta yang ia simpan untuk biaya kuliah anaknya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni angkat bicara. Ia mengimbau agar masyarakat Bengkalis senantiasa waspada dan berhati-hati dalam melayani orang yang ingin meminta atau menyerahkan bantuan dana. Apalagi mengatas namakan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
“Saya minta kemasyarakat yang menerima pesan WhatsApp maupun telepon atau apapun bentuk dan jenisnya bukan dari nomor saya tapi memasang foto wajah dan nama saya agar waspada, itu adalah bohong dan pelaku penipuan. Begitu juga mengatas namakan Wakil Bupati, Sekda dan pejabat lainnya,” kata Kasmarni, Minggu (19/02/2023).
Ia juga mengaku kaget saat menerima laporan, bahwa namanya dicatut untuk aksi penipuan dengan modus dijanjikan mendapat bantuan untuk rumah ibadah.
“Saya secara pribadi maupun jabatan begitu juga halnya dengan Wakil Bupati, Sekda dan pejabat lainnya tidak pernah meminta maupun menyerahkan bantuan dengan cara menghubungi secara langsung kepada masyarakat atau penerima bantuan, karena jika adapun penyaluran bantuan dari pemda, itu sudah ada aturan dan SOP nya tersendiri.” jelasnya.
Untuk itu lanjut Kasmarni, kepada masyarakat mohon berhati- hati jika ada yg menghubungi, croscek segera ke dinas atau instansi terkait. Atau menghubungi Lurah/Kades maupun ASN Pemkab Bengkalis yang dikenali.
“Agar dapat dibantu dalam penelusuran informasi yang mengatas namakan dirinya dan pejabat lainnya,” pungkasnya.








