Menu

Mode Gelap

Sorot · 9 Des 2025 14:19 WIB ·

Bengkalis Pacu RPPLH Hadapi Krisis Abrasi dan Gambut


 📸 FGD RPPLH di Kantor Bappeda, Selasa, 9 Desember 2025. Perbesar

📸 FGD RPPLH di Kantor Bappeda, Selasa, 9 Desember 2025.

Prodesanews.com | Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis mempercepat penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagai dasar kebijakan pembangunan berkelanjutan di wilayah yang menghadapi tekanan ekologis semakin berat. Upaya itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) skenario RPPLH di Ruang Rapat Zahari, Kantor Bappeda Bengkalis, Selasa, 9 Desember 2025. Forum tersebut menjadi lanjutan dari proses identifikasi persoalan dan potensi lingkungan yang dilakukan sepekan sebelumnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis, Agus Susanto, menyebut penyusunan RPPLH diarahkan agar kebijakan lingkungan daerah memiliki pijakan teknis yang kuat. Ia menekankan pentingnya dokumen tersebut disusun secara berbasis data dan melibatkan banyak pihak. “Harapannya, RPPLH benar-benar menggambarkan kebutuhan daerah dan dapat menjadi acuan yang kokoh bagi perumusan kebijakan,” kata Agus. Konsultasi publik dijadwalkan digelar pada 16 Desember 2025.

Bupati Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ed Efendi, menyampaikan bahwa penyelesaian RPPLH tidak bisa lagi ditunda. Ia mengingatkan bahwa Bengkalis menjadi satu dari dua kabupaten di Riau yang belum merampungkan dokumen tersebut. Menurut Ed, percepatan ini penting agar pemerintah daerah memiliki landasan yang jelas dalam menata kebijakan lingkungan jangka menengah dan panjang.

Ia menegaskan RPPLH berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memastikan arah pembangunan sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Bengkalis, kata dia, menghadapi ancaman ekologis mulai dari abrasi pantai, kerusakan lahan gambut, perubahan iklim, hingga persoalan sampah serta tekanan industri. “RPPLH bukan sekadar dokumen administratif, tetapi pedoman yang menentukan bagaimana sumber daya alam dikelola secara bijaksana,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan setiap kebijakan pembangunan nantinya mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian alam.

Baca Juga:  Turnamen Sepak Bola Kapolres Bengkalis Cup 2024 Resmi Dibuka

Kegiatan FGD diikuti perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, tim ahli dari Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Riau, akademisi, Lembaga Adat Melayu Riau, organisasi peduli lingkungan, serta pelaku usaha.[ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring

7 September 2026 - 08:00 WIB

Siswa mengikuti pembelajaran daring di Pekanbaru akibat kualitas udara tidak sehat.

Polisi Ungkap Dua Kasus Narkotika di Bengkalis, 15 Paket Sabu Disita

3 September 2026 - 11:25 WIB

Dua pria yang diamankan dalam pengungkapan dua kasus dugaan peredaran sabu di Bengkalis.

Bupati Kasmarni minta ICMI Bengkalis bawa gagasan ke lapangan

31 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri pelantikan Pengurus ICMI Orda Bengkalis.

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO
Trending di Hukrim