Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 25 Jul 2025 11:45 WIB ·

Asal Usul Nama Bengkalis: Jejak Sejarah Raja Kecil dan Ikan Terubuk


 Ilustrasi (sumber internet) Perbesar

Ilustrasi (sumber internet)

BENGKALIS — Nama Bengkalis diyakini memiliki akar sejarah yang panjang, bermula dari kisah runtuhnya Kerajaan Gasib pada abad ke-17, sekitar tahun 1625. Kerajaan yang terletak di hulu Sungai Gasib itu meninggalkan kekosongan kekuasaan, membuka ruang bagi hukum rimba dan kepemimpinan adat. Dalam kekosongan itu, tampil para datuk dari Johor, di antaranya Datuk Bandar Bengkalis dan Datuk Bandar Sabak Aur.

Sebelum dikenal sebagai Bengkalis, wilayah ini disebut Kuala Batanghari, dengan sebuah kawasan kecil bernama Pulau Sembilan. Nama Bengkalis sendiri baru muncul setelah kedatangan Raja Kecil, tokoh penting yang kelak menjadi Sultan Johor. Ia menghilir Sungai Jantan—yang kini dikenal sebagai Sungai Siak—dengan rombongan besar dari Ranah Minang.

Dalam pelayarannya, Raja Kecil sempat berselisih dengan Datuk Bandar Sabak Aur akibat permintaan cukai. Konflik itu menyulut tekad Raja Kecil untuk “mencucup darah” sang Datuk kelak, sebagaimana dikisahkan dalam tradisi lisan. Rombongan kemudian melanjutkan pelayaran ke Kuala Batanghari, tempat mereka disambut Datuk Bandar Jamal setelah melewati proses surah-bersurah sesuai adat setempat.

Selama tinggal di kawasan itu, berbagai peristiwa terjadi. Salah satunya ialah penamaan ikan “teru” yang dijelaskan Raja Kecil sebagai ikan terubuk—ikan khas sungai Bengkalis yang ditangkap dengan tali dari purun. Raja Kecil juga menyebut nama tanjung di seberang sebagai Tanjung “Ja”, yang kemudian ditafsirkan sebagai Tanjung Jati oleh Bunda Dalam, penasihat istana Johor.

Setelah naik takhta sebagai Sultan Johor, Raja Kecil mengutus perwakilan ke Kuala Batanghari untuk menetapkan perubahan nama wilayah tersebut menjadi Bengkalis. Nama itu berasal dari ikan dan pohon “Bengkalis” yang hanya ditemukan di sekitar sungai tersebut. Sekaligus, pulau dan selatnya pun dinamakan Pulau Bengkalis dan Selat Bengkalis.

Baca Juga:  Piala Bergilir Domino Open Turnamen HIPMI Resmi Menghiasi PWI Riau

Kisah ini dikisahkan oleh Jasman K, seorang guru yang mendokumentasikan berbagai versi oral, naskah lama, dan tradisi lisan Melayu, termasuk “Syair Ikan Terubuk”. Cerita ini menjadi salah satu narasi penting dalam sejarah lisan masyarakat pesisir Riau.

 

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Desa Prapat Tunggal

24 Desember 2025 - 23:19 WIB

Final, Turnamen Voli Antar RW Kelapapati Resmi 2025 Resmi Ditutup

24 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sosialisasi Perundang-undangan, Pemdes Prapat Tunggal Tingkatkan Pemahaman Hukum Warga

18 Desember 2025 - 22:58 WIB

Pemdes Perapat Tunggal Gelar Sosialisasi Penyusunan Perdes Perlindungan Perempuan dan Anak

15 Desember 2025 - 23:37 WIB

DPMD Bengkalis Sosialisasikan Penilaian 360 Drajat ASN Tahun 2025

12 Desember 2025 - 10:51 WIB

Sosialisasi

Perempuan Desa Perapat Tunggal Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM

11 Desember 2025 - 23:53 WIB

Trending di Uncategorized