Menu

Mode Gelap

Pemerintah Daerah · 4 Mar 2026 23:00 WIB ·

APBD Bengkalis Anjlok, DPRD Tegaskan Beasiswa 2026 Tetap Ada


 📸 Komisi IV DPRD Bengkalis menggelar rapat dengar pendapat dengan mahasiswa terkait kepastian anggaran beasiswa daerah 2026. Perbesar

📸 Komisi IV DPRD Bengkalis menggelar rapat dengar pendapat dengan mahasiswa terkait kepastian anggaran beasiswa daerah 2026.

Prodesanews.com | Bengkalis — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Bengkalis anjlok pada 2026. Meski demikian, DPRD memastikan program beasiswa daerah tetap dianggarkan sebesar Rp8,4 miliar.

Kepastian itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Bengkalis bersama perwakilan mahasiswa, Rabu, 4 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas keberlanjutan program beasiswa yang belakangan menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa.

Audiensi dihadiri organisasi mahasiswa dari DPC GMNI Bengkalis, PC PMII Bengkalis, serta PD HIMAPERIS Bengkalis. Turut hadir Tim Anggaran Pemerintah Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bengkalis.

Wakil Ketua III DPRD Bengkalis H. Misno mengatakan masukan mahasiswa akan menjadi bahan pertimbangan DPRD dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah. Ia menilai diskusi berbasis data diperlukan agar pembahasan kebijakan lebih terarah.

“Apa yang disampaikan mahasiswa tentu akan kami tindak lanjuti. Ke depan, pertemuan seperti ini sebaiknya berbasis data agar pembahasan lebih jelas,” kata Misno.

Dalam forum itu, perwakilan mahasiswa yang dipimpin Asrul Saputra meminta kepastian mengenai keberlanjutan program beasiswa daerah. Mereka menyebut munculnya keresahan di kalangan mahasiswa karena program tersebut dinilai tidak berjalan normal pada 2025.

“Kami ingin kepastian apakah program beasiswa masih berjalan atau tidak ada lagi anggaran. Beasiswa merupakan tanggung jawab pemerintah daerah kepada mahasiswa Bengkalis,” ujar Asrul.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsalan menegaskan isu yang menyebut beasiswa tidak lagi menjadi prioritas tidak benar. Menurut dia, pembahasan program tersebut telah dilakukan sejak rapat rencana kerja organisasi perangkat daerah pada Oktober tahun lalu.

Pria yang akrab disapa Ikip ini menjelaskan kondisi fiskal daerah menjadi faktor utama yang memengaruhi besaran anggaran. APBD Bengkalis turun dari sekitar Rp4,6 triliun menjadi Rp2,8 triliun.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Dua Pria Saat Transaksi Sabu di Warung

“Tidak benar jika ada informasi yang menyebut beasiswa tidak diprioritaskan. Kami justru meminta Kesra dan Dinas Pendidikan tetap menempatkan beasiswa sebagai program prioritas, meskipun jumlahnya tidak sama seperti tahun sebelumnya,” kata Ikip.

Ia menambahkan keputusan anggaran di DPRD diambil secara kolektif dan kolegial melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Kepala Bagian Keuangan Daerah, Aready, mengatakan struktur APBD Bengkalis sangat bergantung pada transfer ke daerah dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar 85 persen. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus fisik, serta dana desa.

Menurut dia, Dana Bagi Hasil pada 2025 turun sekitar 65 persen. Penurunan itu berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.

“Kebijakan transfer ke daerah yang keluar pada akhir September membuat pendapatan daerah berkurang. Setiap APBD juga harus melalui evaluasi pemerintah provinsi, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan,” ujar Aready.

Kepala Bappeda Bengkalis memastikan anggaran beasiswa tetap dialokasikan pada 2026 sebesar Rp8,4 miliar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat. Pemerintah daerah menargetkan pengumuman program beasiswa pada Juni 2026 dengan proses seleksi hingga akhir triwulan ketiga.

Ia juga menyebutkan adanya perubahan mekanisme dalam petunjuk teknis program beasiswa. Selain bagi mahasiswa berprestasi dan penghafal Al-Qur’an, pemerintah daerah menambah kategori beasiswa untuk dosen serta dukungan pendidikan bagi guru PAUD.

Sejumlah mahasiswa dalam forum itu mengatakan keresahan yang muncul dipicu simpang siur informasi di masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah memastikan program beasiswa berjalan transparan dan tepat sasaran.

Anggota DPRD Bengkalis M. Isa menilai keterbukaan informasi penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai daerah.

Baca Juga:  Gelar Blue Light Patrol, Satlantas Polresta Pekanbaru Amankan 45 Unit Sepeda Motor

“Transparansi informasi penting agar masyarakat memahami kondisi keuangan daerah dan kebijakan yang diambil pemerintah,” kata Isa.

Di akhir pertemuan, mahasiswa berharap program beasiswa daerah pada 2026 benar-benar dilaksanakan sesuai jadwal yang telah disampaikan pemerintah daerah. DPRD dan pemerintah daerah menyatakan akan menjaga komunikasi dengan mahasiswa serta memastikan sektor pendidikan tetap menjadi perhatian dalam alokasi anggaran daerah.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Tangkap Empat Pria dalam Tiga Perkara Sabu di Bengkalis

8 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Polisi mengamankan tersangka dan barang bukti kasus dugaan sabu di Desa Bumbung, Bengkalis.

Pengembangan Kasus Ekstasi Antar Polisi Tangkap Tiga Pria di Mandau

7 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Barang bukti sabu dan ekstasi yang disita Polsek Mandau dalam pengembangan kasus narkotika di Bengkalis.

Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan

5 Agustus 2026 - 14:58 WIB

DPO Kasus Narkotika Bengkalis Ditangkap

1 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Petugas Satres Narkoba Polres Bengkalis menunjukkan tiga terduga pelaku beserta barang bukti sabu hasil pengungkapan kasus narkotika di Bathin Solapan.

Vonis 2 Tahun Terhadap Abdul Wahid Ditanggapi Beragam Komentar

30 Juli 2026 - 13:36 WIB

Polres Bengkalis Tangkap Tiga Pria Diduga Terlibat Peredaran Sabu

29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Tiga pria diamankan Polres Bengkalis dalam kasus dugaan peredaran sabu di Kecamatan Bantan.
Trending di Hukrim