Menu

Mode Gelap

Sorot · 9 Okt 2023 13:56 WIB ·

500 Kg Garam Disemai di Siak dan Pelalawan


 ? Ilustrasi. Perbesar

? Ilustrasi.

Prodesanews.com | PEKANBARU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur mengungkapkan bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan kembali dilakukan di dua daerah, yaitu Siak dan Pelalawan.

“Sebanyak 500 Kilogram (Kg) disemai pada awan berpotensi menurunkan hujan di kedua daerah tersebut,” kata Jim Gafur, Senin (9/10/23).

Dijelaskan Jim, hujan buatan dilakukan oleh Smart Cakrawala Aviation, menggunakan pesawat jenis Pillatus PC-6. Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan sebagai supervisor pelaksanaannya.

“TMC bergantung pada awan berpotensi hujan. Karena itu, tim sebelum melaksanakan misi terlebih dahulu melakukan pengamatan cuaca,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kapolda Riau dan Menkopolhukam RI Olahraga Bersama
Artikel ini telah dibaca 251 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asap Karhutla Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali Daring

7 September 2026 - 08:00 WIB

Siswa mengikuti pembelajaran daring di Pekanbaru akibat kualitas udara tidak sehat.

Polisi Ungkap Dua Kasus Narkotika di Bengkalis, 15 Paket Sabu Disita

3 September 2026 - 11:25 WIB

Dua pria yang diamankan dalam pengungkapan dua kasus dugaan peredaran sabu di Bengkalis.

Bupati Kasmarni minta ICMI Bengkalis bawa gagasan ke lapangan

31 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni menghadiri pelantikan Pengurus ICMI Orda Bengkalis.

Kemenkes Kaji Usulan Pemkab Bengkalis Bangun RSUD Bukit Batu

27 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan.

Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Bengkalis Diminta Batasi Aktivitas Luar

25 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Surat edaran Dinas Pendidikan Bengkalis tentang pembelajaran saat kabut asap

Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi dan Buron Narkoba Bengkalis

21 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polisi mengungkap dua kasus narkotika berbeda di Mandau dengan 29 butir ekstasi dan satu DPO
Trending di Hukrim