PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Ide bisnis olahan tapai bisa jadi peluang yang besar untuk berkontribusi mendatangkan cuan. Pasalnya olahan tapai banyak disukai oleh semua kalangan. Selain memiliki rasa yang enak serta aroma yang harum, tapai juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh apalagi untuk system pencernaan karena dapat mengurangi jumlah bakteri jahat pada tubuh.
Oleh sebab itu, usaha rumahan ini cocok untuk dicoba bagi mereka yang memang tertarik membuat usaha dengan modal kecil atau mereka yang memang punya bakat dan hobi dalam membuat kue. Salah satu penjual tapai ketan yang bisa menjadi pilihan yaitu Tapai Ketan Ernita.
Awal mula jualan.
Ernita yang tinggal di Kelurahan Bengkalis Kota Kecamatan Bengkalis ini memulai usaha kue rumahan sejak 2018 silam. Ia membuat kue tapai ketan yang merupakan makanan kesukaannya sejak kecil.
“Awal mulanya suka makan tapai ketan dikampung, karena disini jarang ada yang buat jadi buat sendiri dan posting di media sosial, dan perlahan ada yang minat dan mulai ada orderan, apalagi pas lebaran dengan pesanan mulai pakai kiloan khusus untuk lebaran” ungkap Ernita dengan logat melayunya, Jum’at (16/2/23).
Hingga kini, usahanya mulai berkembang sesuai dengan keinginan pasar yakni, dengan merubah bahan baku ketan menjadi ubi kayu atau singkong.
Diakui Ernita, untuk perubahan bahan baku tersebut dilakukannya sejak 2022 lalu, yang mana minat pelanggannya juga cukup positif. Selain itu, ia juga mulai menitipkan jualan ke kedai-kedai harian.
“Alhamdulillah, tahun 2022 lalu dari yang awalnya tapai ketan, kami mulai merubah bahan baku ke tapai ubi kayu, dan peminatnya juga lumayan” ucapnya.
Menurut Ernita, dalam sehari bahan baku ubi kayu bisa diolah sekitar 40 sampai 50 Kg, dan bisa diproduksi 4 sampai 5 kali dalam seminggu. Itu artinya, ia bisa mengolah bahan baku ubi dalam satu minggu sekitar 250 Kg.
Terkait kendala selama memproduksi tapai, Ernita mengatakan susahnya mendapatkan bahan baku ubi dengan kualitas yang bagus.
“Jika ubi yang didapat terlalu muda, akan membuat tapai terlalu lembut atau benyek dan apabila ubi yang didapat terlalu tua, akan banyak serat kayu pada tapai yang di produksi,” jelasnya.
Tak lupa Ernita mengucapkan terimakasih kepada Kelurahan Bengkalis Kota yang ikut memperkenalkan produk tapai olahannya untuk menjadi salah satu materi lomba ditingkat kecamatan.
“Ucapan terimakasih kami sampaikan pada pihak Kelurahan Bengkalis Kota, dimana usaha kami ini telah dilakukan survei oleh tim penilai yang dipimpin Kasi PM Sosbud Ibu Mayusra kemarin, dan semoga kami bisa menjadi salah satu penunjang penilaian dilomba tersebut,” pungkasnya.(ril)








