Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 20 Sep 2022 10:43 WIB ·

Terkait Seminar Digital Transaksi Tingkatkan Industri Halal, Kabid Pengembangan Industri,”Menjadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi”


 Terkait Seminar Digital Transaksi Tingkatkan Industri Halal, Kabid Pengembangan Industri,”Menjadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi” Perbesar

PRODESANEWS.COM.BENGKALIS, – Agar mampu bersaing di pasar global dengan mayoritas penduduk muslim, Pemerintah Kabupaten Bengkalis perlu memasang target khusus, tidak hanya sebagai konsumen dari produk halal, akan tetapi juga mampu menjadi produsen produk halal, hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis melalui Asisten Administrasi Umum Kabupaten Bengkalis Aulia saat membuka Seminar Nasional dengan tema peran digital transaksi dalam meningkatkan industri halal di Kabupaten Bengkalis, Senin (19/9/2022), di Aula STIE Syariah Bengkalis.

“Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan, baik bagi kami pemerintah daerah, pelaku ekonomi, pelaku pariwisata, pelaku usaha maupun dunia pendidikan. Untuk kita bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah dengan melakukan penguatan UMKM industri halal melalui penggunaan teknologi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis ekonomi dan keuangan syariah serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk halal,” jelas Aulia.

Asisten III Aulia saat memberikan sambutan dalam kegiatan seminar

Ia menambahkan, “Makanya agar produk halal kita mampu bersaing, kita tidak bisa lagi menggunakan metode yang konservatif, akan tetapi harus bisa memanfaatkan teknologi dan digitalisasi. Paling tidak dengan menerapkan pembayaran syariah secara digital,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, industri halal telahpun menjadi trend dunia saat ini, hal ini terbukti dari prospek industri halal yang terus tumbuh dari tahun ke tahun yang mengakibatkan besarnya peluang konsumen dalam industri halal tiap tahunnya. Oleh sebab itu, prospek dan potensi besar ini harus dikembangkan di Indonesia khususnya di Kabupaten Bengkalis.

“Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan, baik bagi kami pemerintah daerah, pelaku ekonomi, pelaku pariwisata, pelaku usaha maupun dunia pendidikan. Untuk kita bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah dengan melakukan penguatan UMKM industri halal melalui penggunaan teknologi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis ekonomi dan keuangan syariah serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk halal,” jelas Aulia.

Baca Juga:  Gelar Bulan Penimbangan Serentak, Pj. Kades : Memastikan Balita Kami Takada Masalah Gizi

Kemudian, peran strategis STIE Syari’ah Bengkalis, sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul dalam bidang ekonomi syari’ah, hendaknya lebih maksimal, guna memajukan sektor industri produk halal ini, dengan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan ahli dibidangnya, serta dapat menjadi pionir dalam inovasi dan riset produk halal bagi UMKM, ungkapnya lagi.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua STIE Syariah Khodijah Ishak mengatakan kegiatan ini merupakan kontribusi dari akademisi untuk percepatan industri halal dengan memanfaatkan digitalisasi, sehingga industri halal indonesia unggul di kancah global.

Ketua STIE Syariah Siti Khodijah saat memberikan cendra mata kepada Wakil Bupati Siak

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika khususnya dalam transaksi digital dan industri halal. meningkatkan literasi dan mendukung percepatan industri halal di Kabupaten Bengkalis dan Indonesia pada umum dengan memanfaatkan teknologi digital,” ungkap Khodijah Ishak.

Dalam sambutannya H Husni Merza wakil Bupati siak dan juga sebagai narasumber dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Berdasarkan The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) pada 2022 yang diluncurkan Dinar Standard di Dubai, Uni Emirate Arab tercatat bahwa Indonesia berada peringkat 4.

Prestasi industri halal Indonesia berasal dari makanan halal sebesar 1,67 triliun dolar AS, tumbuh 7,1 %, modest fashion sebesar 375 miliar dolar AS yang tumbuh 6,1 %, media dan rekreasi sebesar 308 miliar dolar AS atau tumbuh 7,5 %, ungkapnya.

Industri halal ini sangat penting untuk dikembangkan karena mayoritas penduduk Indonesia 86,7% adalah muslim. Dengan ini Indonesia berpotensi sebagai pusat industri halal dunia, sekaligus kiblat industri fashion dunia yang ditargetkan oleh pemerintah pada masterplen Ekonomi syari’ah pada tahun 2024.

Baca Juga:  Wapres Ma'ruf Amin Akan Cari Cara Agar Harga Sawit Stabil

Karena ke depannya Indonesia tidak hanya sebagai konsumen dari produk halal tetapi juga sebagai produsen dan mampu bersaing dipasar global. untuk bisa bersaing di pasar global Indonesia tidak lagi menggunakan metode yang konservatif, tetapi harus menggunakan teknologi dan memanfaatkan digitalisasi dalam mendukung industri halal.

Seminar nasional ini menghadirkan narasumber Wakil Bupati Siak H. Husni Merza, BBA, MM dan Dr H Afandi Mahfud dari Universitas Gontor.

Kabid Pengembangan Industri Dinas Perdagangan Dan Industri Yuliana Eka Safitri

Turut hadir Wakil Bupati Siak, H Husni Merza, Lektor Perguruan Tinggi Universitas Darussalam Gontor Akhmad Affandi Mahfudz selaku narasumber seminar, Kodim 0303 Bengkalis diwakili Hendriko, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Bengkalis, Khadijah Ishak, Kepala Kemenag Bengkalis H Khaidir DPH LAMR Bengkalis Sofyan Said, dan para undangan lainnya.

Terkait bagaimana digital transaksi mampu memicu perkembangan industri halal hingga dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, Kabid pengembangan industri dinas perdagangan dan industri, Yuliana Eka Safitri mengaku bahwa saat ini sedang berlangung kegiatan fasilitasi sertifikasi halal bagi industri keuangan mikro yang ada di kabupaten bengkalis yang ditaja oleh dinas perdagangan dan industri.

“Untuk tahun ini kami ada kegiatan fasilitasi sertifikasi halal yang sedang berlangsung, insyaallah tahun depan program tersebut masih akan berlanjut,” ujarnya kepada prodesanews.com

Lebih lanjut Kabid Pengembangan industri ini menjelaskan bahwa dengan kegiatan seminar tentang digital transaksi bagi pengembangan industri halal yang ditaja STIE Syariah bengkalis menjadi momentum bagi pertumbuhan Industri Keuangan Mikro menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru serta mendorong para pelaku usaha industri menjadikan setandar halal sebagai strategi untuk meraih pangsa pasar di luar negri.

“Saat ini merupakan momentum yang tepat menjadikan industri halal sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru, dengan mendorong para pelaku industri menjadikan standar halal sebagai bagian dari strategi untuk meraih pangsa pasar produk halal di dalam dan luar negeri,” tutup nya.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Desa Prapat Tunggal

24 Desember 2025 - 23:19 WIB

Final, Turnamen Voli Antar RW Kelapapati Resmi 2025 Resmi Ditutup

24 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sosialisasi Perundang-undangan, Pemdes Prapat Tunggal Tingkatkan Pemahaman Hukum Warga

18 Desember 2025 - 22:58 WIB

Pemdes Perapat Tunggal Gelar Sosialisasi Penyusunan Perdes Perlindungan Perempuan dan Anak

15 Desember 2025 - 23:37 WIB

DPMD Bengkalis Sosialisasikan Penilaian 360 Drajat ASN Tahun 2025

12 Desember 2025 - 10:51 WIB

Sosialisasi

Perempuan Desa Perapat Tunggal Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM

11 Desember 2025 - 23:53 WIB

Trending di Uncategorized