Prodesanews.com | Pekanbaru – Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal SIK MH, mengelar sekaligus memimpin rapat Rapat anev penanganan Covid 19 dan Vaksinasi Polda Riau, Senin (14/2/2022) di Mapolda Riau.
Rapat yang dilaksanakan seara virtual tersebut turut dihadiri Wakapolda Polda Riau, Brigjen Tabana Bangun, Irwasda Polda Riau, Kombes Hermansyah, para PJU Polda Riau, Sekda Prov. Riau SF Haryanto, Kadis Dik Prov. Riau, Kamsol dan Plt Kadis Dukcapil Provinsi Riau serta para Kapolres / Ta.
Disampaikan Kapolda, bahwa rapat anev penanganan Covid-19 dan vaksinasi Polda Riau, sebagai bentuk mendedikasi diri untuk masyarakat bangsa dan negara.
“Kita lihat terjadi peningkatan kasus penularan Covid-19 yang di dominasi oleh kota pekanbaru. Dalam penanggulangan Covid-19 kita berharap jangan ada yang meninggal dengan kita antisipasi,” ajak Kapolda.
Lanjutnya lagi, untuk kasus Covid-19 saat ini posisi Provinsi Riau berada di perangkat Ke-24 secara nasional. Sedangkan, untuk kegiatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) di Provinsi Riau, sebut Kapolda, Riau berada di peringkat 10.
“Dengan posisi itu, saya minta kita jangan sombong dan harus tetap waspada. Untuk BOR kita harus pertahankan peringkat 24 secara nasional ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Kapolda menjelaskan,untuk angka vaksinasi secara nasional, Provinsi Riau berada di peringkat 14, yang artinya telah mencapai 90 persen.
“Untuk angka vaksinasi, saya apresiasi dan tetap pertahankan dengan kerjasama dan mengajak masyarakat agar melaksanakan vaksinasi. Kemudian, untuk vaksinansi ke II masih 62 persen, sehingga harus menyentuh angka 70 persen sesuai arahan Menko,” ucap Irjen Iqbal.
Untuk mencapai target itu, Kapolda meminta agar segera dilakukan kerjasama dengan bekerja keras. Sehingga pencapaian dapat dioptimalkan khususnya bagi vaksinasi Booster untuk lansia dan anak-anak.
“Saya harap untuk vaksinasi yang masih di bawah 70 persen, diharapkan para Kapolres dan Forkopimda Daerah mendedikasikan agar awal Maret pencapian dapat optimal dengan cara elegan mengajak masyarakat agar melaksanakan vaksinasi,” pintanya.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten/kota yang telah menggelar vaksinasi untuk anak. “Bagi yang belum, saya harapkan agar di genjot untuk pencapaian optimal,” harap Kapolda.
Selain itu, Kapolda berharap agar masyarakat yang terpapar Covid 19 dan sedang melaksanakan Isoter segera di obati agar cepat sembuh. Kemudian, bagi masyarakat lainnya diharapkan dapat meningkatkan dan memperketat protokol, dengan penggunaan aplikasi “PeduliLindungi” di ruang publik dan harus didisiplinkan.
Sebagai langkah antisipasi penyebarann virus, Kapolda meminta agar dapat dilakukan upaya deteksi Covid-19 untuk pelaku perjalanan dari luar Provinsi Riau.
“Bagi kedatangan dari luar Riau, harus diperketat, dengan melalukan tes acak secara masif dan terkontrol,” saran Kapolda.
Kemudian, semua pihak diminta agar mengaktifkan kembali Posko PPKM pada zona penularan Covid-19 dan dilaporkan ke Dinkes serta BNPB.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kapolda agar semua stakeholder terkait dapat laksanakan inovasi-inovasi yang berorientasi kepada percepatan laju vaksinasi dan hidupkan prokes ketat.
“Segera laksanakan vaksinansi, terkait penyamaan data silahkan Kapolres dan Patmawil bantu seluruh dinkes di Kabupaten/kota. Kemudian, droping vaksinasi dari Papua agar dibatalkan karena kita masih banyak stok vaksin,” perintah Kapolda.

Foto : Kadiskes Kabupaten Bengkalis, dr Ersan Saputra.
Arahan Kapolda ini turut ditanggapi Kadiskes Kabupaten Bengkalis dr Ersan Saputra. Ia mengatakan bahwa memang terjadi perbedaan data vaksinasi.
“Kita akan mendata ulang kembali sehingga data yang masuk Ke Dinkes menjadi sama,” kata dr Ersan.
Terkait Isoter jelas Kadiskes, pihaknya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan untuk penanggulangan covid 19 di kabupaten Bengkalis.
Kapolda menanggapi kembali, agar pelaksanaan vaksinansi lansia dapat segera dikoordinasikan dengan dinkes Prov Riau.
“Untuk pelaksanaan Vaksinasi di Bengkalis khususnya bagi lansia agar di optimalkan kembali. Buat mereka tersenyum dengan suntikan. Karena ternyata yang meninggal kemari belum diberikan vaksin sama sekali, artinya vaksin untuk menyelamat nyawa kita bukan mengejar angka,” pinta Kapolda.
Pesan lainnya, untuk kelancaran mencapai target, khususnya percepatan vaksinansi dosis dua bagi lansia. Kapolda berharap perlunya kerjasama TNI-Polri dan Forkopimda daerah beserta Toda dan Tomas, agar pencapaian vaksinasi dapat optimal.*(ril).








