Prodesanews.com | Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperkuat kemandirian pangan lokal untuk menahan laju inflasi daerah. Wakil Bupati H. Bagus Santoso meninjau dua sektor strategis, peternakan ayam petelur dan lahan cabai, dalam rangkaian kunjungan di Kecamatan Bantan, Selasa, 9 Desember 2025.
Kunjungan pertama berlangsung di peternakan milik Helik di Desa Bantan Tua. Rombongan, termasuk Ketua TP PKK Hj. Siti Aisyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Susy Hartati, dan Camat Bantan Rafli Kurniawan, menyaksikan langsung produksi sekitar 9.000 butir telur per hari dari 13.000 ekor ayam.
Bagus menyampaikan apresiasi atas keberanian Helik mengelola usaha skala besar di tengah keterbatasan infrastruktur. “Langkah ini mengurangi ketergantungan pasokan dari luar. Dengan produksi lokal, Bengkalis lebih tangguh menghadapi gangguan distribusi,” ujarnya.
Hasil produksi Helik kini memenuhi sepertiga kebutuhan telur harian di pulau itu, yang diperkirakan mencapai 30.000 butir. Pemerintah daerah berencana menjadikan usaha tersebut sebagai percontohan sekaligus membuka program magang bagi warga yang ingin menekuni peternakan.
Dari peternakan, rombongan melanjutkan ke Desa Berancah untuk meninjau lahan cabai dan jagung milik Ustadz Bambang. Petani ini menerapkan bibit cabai tahan virus dan sistem tumpang sari dengan jagung untuk menjaga biaya produksi dan mengantisipasi cuaca ekstrem.
Bambang menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses bertani. “Kalau gagal, bukan berhenti. Kita evaluasi ilmu, sikap, hingga ibadah. Rezeki itu soal kesungguhan dan niat,” katanya.
Wabup Bagus menilai praktik Bambang menjadi bukti potensi pertanian lokal dalam menekan inflasi, terutama cabai yang saat ini menjadi penyumbang utama kenaikan harga kebutuhan pokok. “Kita belajar dari pionir seperti Mas Bambang. Jika daerah mampu memenuhi kebutuhan sendiri, stabilitas harga lebih terjaga,” jelasnya.
Pemkab Bengkalis melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian berkomitmen memperluas pendampingan petani dan pelaku agribisnis lokal, termasuk fasilitasi bibit, pelatihan, serta kerja sama pemasaran.
Kunjungan diakhiri dengan harapan agar produksi pertanian dan peternakan terus berkembang, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh warga Bengkalis.[ril]








