Prodesanews.com | PEKANBARU – Lebih dari 3.000 jemaah haji asal Riau telah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Mereka tergabung dalam sembilan kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan melalui Embarkasi Batam sejak awal Mei lalu.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau, H. Muliardi, mengatakan jemaah secara bertahap telah tiba di Kota Makkah. Di sana, mereka akan beristirahat sebelum menjalankan umrah wajib sebagai bagian dari ibadah haji Tamattu’.
“Bus shalawat disiapkan untuk melayani jemaah ke Masjidil Haram. Bus ini beroperasi 24 jam hingga menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Muliardi, Sabtu, 10 Mei 2025.
Menurut dia, layanan bus akan berhenti sementara saat fase puncak ibadah (Armuzna) dan aktif kembali setelahnya. Di Makkah, terdapat dua terminal utama: Syib Amir di utara dan Jiad di selatan Masjidil Haram. Bus mengangkut jemaah dari hotel menuju terminal, lalu ke Masjidil Haram.
Sementara itu, sebagian jemaah Riau masih berada di Madinah untuk menyelesaikan ibadah arbain serta ziarah ke tempat bersejarah. Mereka dijadwalkan bergerak ke Makkah mulai 12 Mei mendatang.
Dari data Kementerian Agama Riau, hingga kloter ke-9 atau Kloter BTH 10, tercatat 3.110 jemaah dan petugas telah diberangkatkan. Namun, tiga orang tertunda keberangkatannya. “Satu jemaah dari Pekanbaru beserta pendamping serta satu dari Tembilahan masih dirawat di RSBP Batam,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Defizon.
Ia menambahkan, masih ada tiga kloter penuh dan dua kloter campuran jemaah Riau yang belum diberangkatkan. Saat ini, 131 jemaah asal Indragiri Hulu dan 257 dari Kuantan Singingi telah masuk ke asrama haji, didampingi oleh tiga petugas haji daerah dan empat petugas kloter.
Jemaah yang telah berangkat berasal dari Kota Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, serta Kepulauan Meranti.[ril]








