Sungai Batang, — Sosialisasi dan penyelenggaraan rembuk stunting berlangsung dengan sukses, acara dibuka oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Sungai Batang, Budiman, S.E., M.M., yang menggarisbawahi pentingnya upaya kolektif untuk menangani masalah stunting di masyarakat.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, kader PKK, dan perangkat desa ini menghadirkan narasumber Dr. Tia Mandasari. Dalam paparannya, Dr. Tia menekankan bahwa pencegahan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola hidup, pendidikan, dan akses terhadap fasilitas kesehatan,” ujar Dr. Tia dalam sesi pemaparannya. Ia mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam mencegah terjadinya stunting pada anak-anak.
Dalam sambutannya, Budiman mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa agenda rembuk stunting merupakan bagian dari prioritas pemerintah desa dalam memanfaatkan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat lebih memahami langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting. Pemerintah desa siap mendukung melalui program yang bersifat promotif dan preventif,” ungkap Budiman.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta mengajukan pertanyaan seputar upaya pencegahan stunting. Beberapa isu yang diangkat antara lain pola asuh anak, pentingnya ASI eksklusif, dan peran posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak.
Menurut salah seorang peserta, kehadiran narasumber yang kompeten seperti Dr. Tia sangat membantu masyarakat memahami akar masalah dan solusinya. “Kami jadi tahu pentingnya pemberian gizi seimbang pada anak sejak dini,” kata Nurhayati, salah satu kader PKK.
Sebagai tindak lanjut, hasil rembuk stunting akan dirumuskan menjadi rencana aksi yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah desa juga berencana mengadakan pelatihan bagi kader posyandu untuk memperkuat upaya pencegahan stunting.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Desa Sungai Batang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting. Harapannya, generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan optimal, bebas dari risiko stunting.
Rembuk stunting yang diinisiasi oleh pemerintah desa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan desa sehat dan produktif. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain untuk mengatasi permasalahan serupa.
Dengan berakhirnya kegiatan, semangat kolaborasi dan kesadaran masyarakat semakin menguat, membuka jalan menuju perubahan positif bagi kesehatan generasi masa depan.








