Menu ✖

Mode Gelap

Nasional · 16 Apr 2026 08:00 WIB ·

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset


 BNN dan BRIN memperkuat riset menghadapi ancaman narkotika baru NPS.(Sumber: Humas BNN RI) Perbesar

BNN dan BRIN memperkuat riset menghadapi ancaman narkotika baru NPS.(Sumber: Humas BNN RI)

Prodesanews.com | Jakarta — Perkembangan narkotika baru jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang kian cepat mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam audiensi di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2026, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Kepala BRIN Arif Satria membahas perluasan kerja sama lintas sektor. Kolaborasi ini mencakup bidang kesehatan, elektronika, hingga informatika untuk merespons dinamika narkotika baru yang terus berkembang.

Kepala BNN menyoroti laju kemunculan narkotika baru NPS yang sulit diimbangi tanpa dukungan riset. Secara global, lebih dari 1.300 jenis NPS telah teridentifikasi. Sementara itu, Indonesia mencatat 115 jenis.

Angka tersebut menunjukkan tekanan nyata dalam upaya deteksi dan antisipasi narkotika baru. Karena itu, BNN mendorong percepatan riset untuk menghadapi pola peredaran zat yang terus berubah.

BRIN menyatakan kesiapan mendukung BNN melalui pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya riset. Dukungan ini mencakup kajian teknis, termasuk pemantauan kandungan senyawa pada tanaman serta pengembangan instrumen deteksi dini narkotika baru.

Selain itu, BRIN menilai fasilitas dan peralatan risetnya mampu mempercepat proses identifikasi dan analisis senyawa secara lebih akurat dan efisien. Dengan langkah ini, BRIN memperkuat kemampuan deteksi narkotika baru NPS.

Di sisi lain, kerja sama ini juga menyasar penguatan ketahanan kesehatan nasional. Indonesia memiliki lebih dari 31.000 spesies tumbuhan yang berpotensi menjadi bahan baku farmasi.

Namun, pemanfaatan potensi tersebut tetap memerlukan pengawasan ketat. Terutama, pada tanaman yang mengandung senyawa narkotika agar tidak disalahgunakan. Oleh sebab itu, riset menjadi instrumen penting untuk menjaga pemanfaatannya tetap dalam koridor medis dan ilmu pengetahuan.

Pada akhirnya, BNN, BRIN, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengawal proses sertifikasi bahan baku lokal untuk kebutuhan medis dan industri domestik. Langkah ini menekankan aspek keamanan, mutu, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Dua Pria Ditangkap, Polisi Sita 8 Paket Sabu

Dengan percepatan kolaborasi riset tersebut, Indonesia memperkuat respons terhadap ancaman narkotika baru NPS secara lebih terukur dan berkelanjutan.[pnc/ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional