Menu

Mode Gelap

Sorot · 12 Des 2025 08:00 WIB ·

LAMR Minta PHR Transparan ke Publik Soal PI


 📸 Manajemen PHR dan Rombongan mendatangi Balai Adat Melayu Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (11/12/2025 ) sore. Perbesar

📸 Manajemen PHR dan Rombongan mendatangi Balai Adat Melayu Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (11/12/2025 ) sore.

Prodesanews.com | Pekanbaru – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendesak Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjelaskan mekanisme penyaluran Participating Interest (PI) bagi Riau. Aspirasi ini muncul karena kontribusi dari sumber daya minyak provinsi dianggap minim dibandingkan harapan masyarakat.

Manajemen PHR Wilayah Kerja Rokan mendatangi Balai Adat Melayu Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (11/12/2025 )sore, untuk memberi penjelasan terkait alokasi PI. Rombongan dipimpin Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rafraida, didampingi Sr Relations Tengku Dody, Consultant Land Expert Pradonggo, dan Head of Relations Delley Paranita.

Rombongan diterima Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dan sejumlah pengurus lain, termasuk Timbalan MKA, Timbalan DPH, Bendahara Umum, serta Ketua BP Sentra Budaya dan Ekraf.

LAMR mempertanyakan minimnya manfaat PI bagi Riau. Ketua DPH LAMR menekankan pentingnya alokasi PI untuk pembangunan daerah, terutama saat kondisi keuangan provinsi defisit. Riau hanya memperoleh sekitar satu dolar per bulan dari PI, dan pembayaran dilakukan bertahap.

Timbalan DPH LAMR, Datuk H. Tarlaili, menyoroti perlunya program tambahan seperti CSR atau beasiswa, mengingat wilayah kerja PHR berada di atas tanah ulayat. “Perhatian minim dapat menimbulkan kesan serupa dengan perusahaan lain yang tidak berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Ketua BP Sentra Budaya dan Ekraf LAMR, Datuk Firman Edi, menegaskan PI merupakan harapan masyarakat dan harus dibagikan adil. Masyarakat menginginkan kejelasan dan keberpihakan dari PHR.

Menanggapi pertanyaan, Eviyanti Rafraida menjelaskan teknis kerja perusahaan dan regulasi BUMN migas. Produksi PHR turun hingga 30 persen, sementara harga minyak merosot dari lebih 110 dolar AS per barel menjadi 60 dolar AS per barel. “Soal angka PI sedang kami konsolidasikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Geledah Rumah, KPK Jadwal Pemeriksaan Plt Gubri

Perhitungan PI dilakukan sejak Oktober dengan kontrak kerja baru. Eviyanti optimis hasil alokasi PI akan berbeda dari persepsi umum yang disampaikan LAMR.

Menjelang azan Maghrib, Ketua MKA LAMR Datuk Seri Marjohan menutup pertemuan dengan menekankan ketimpangan Riau sebagai daerah penghasil minyak. Ia berharap penyaluran PI dapat berjalan lancar dan sesuai aturan, yakni sebesar 10 persen.[ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah

16 April 2026 - 17:20 WIB

Polsek Bukit Batu mengamankan dua tersangka pengedar sabu dalam pengungkapan kasus narkotika lintas wilayah Dumai-Bengkalis di Riau.

Jangkang Jadi Model Kampung Bebas Narkoba Polres Bengkalis

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kapolres Bengkalis menegaskan Desa Jangkang sebagai model kampung bebas narkoba

Bareskrim Polri Sita 21,9 Kg Sabu di Hotel Bengkalis

16 April 2026 - 14:00 WIB

Petugas Bareskrim Polri mengamankan barang bukti sabu seberat 21,9 kilogram dari sebuah kamar hotel di Bengkalis, Riau, dalam penggerebekan jaringan narkotika Malaysia–Riau.

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset

16 April 2026 - 08:00 WIB

Pertemuan BNN dan BRIN membahas riset narkotika baru NPS di Jakarta

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.
Trending di Hukrim