Menu ✖

Mode Gelap

Sorot · 8 Nov 2024 17:38 WIB ·

Dugaan Penyalahgunaan Dana UED-SP di Desa Tanjung Leban Mendapat Perhatian Publik


 📸 Ketua Satgasus Khusus DPP KPK Independen Provinsi Riau, Irwan Krisnawan. Perbesar

📸 Ketua Satgasus Khusus DPP KPK Independen Provinsi Riau, Irwan Krisnawan.

Prodesanews.com | BENGKALIS – Kasus dugaan penyalahgunaan dana Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, kini tengah menjadi sorotan. Isu ini muncul setelah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan oleh mantan bendahara UED-SP berinisial D, selama periode 2020 hingga 2023.

Irwan Krisnawan, Ketua Satgasus Khusus DPP KPK Independen Provinsi Riau, mengungkapkan bahwa laporan tersebut sedang ditindaklanjuti dengan verifikasi dan pengumpulan informasi lebih lanjut dari warga setempat. Langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan yang mengatur partisipasi masyarakat dalam pengawasan sosial dan hak untuk melaporkan potensi penyimpangan.

“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, dugaan penyalahgunaan dana ini telah berlangsung hampir tiga tahun tanpa ada penyelesaian yang memadai. Meskipun sejumlah upaya musyawarah telah dilakukan antara aparat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pengurus UED-SP, masalah ini tetap belum mendapatkan penanganan yang tuntas. Bahkan, ada informasi yang menyebutkan bahwa bendahara D ini memberikan surat tanah sebagai jaminan kepada Penjabat Kepala Desa, dengan disaksikan oleh pihak Inspektorat,” jelas Irwan kepada wartawan, Jumat, 8 November 2024.

Menurut Irwan, dana yang diduga disalahgunakan ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik agar dana UED-SP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Laporan mengenai dugaan penyalahgunaan dana ini telah disampaikan warga kepada Dinas Inspektorat Kabupaten Bengkalis, yang kemudian melakukan pemeriksaan di Desa Tanjung Leban. Irwan juga telah mengonfirmasi hal ini kepada Pj. Kepala Desa Tanjung Leban, Ahmad, S.Pd, melalui telepon seluler. Ahmad menjelaskan bahwa D, telah mengembalikan sebagian dana yang diduga disalahgunakan, yaitu sebesar Rp30.500.000,-dan berjanji untuk segera menyelesaikan pengembalian dana secara keseluruhan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  SSB Permata Resmi Beroperasi di Kabupaten Bengkalis

Irwan menambahkan bahwa dia juga telah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis yang membidangi, untuk memastikan bahwa proses penyelesaian kasus ini berjalan dengan baik. “Kami berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara profesional dan tuntas sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak berwenang, jika diperlukan,” ujarnya dengan tegas.(ril)

Artikel ini telah dibaca 569 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional