Prodesanews.com | Bengkalis โ Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Bengkalis mulai mengancam kesehatan anak-anak. Merespons kondisi tersebut, Mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Sungai Alam membagikan masker kepada siswa di 15 sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi, 30 September 2026.
Relawan dari Yayasan Malacca Darma Bangsa memimpin aksi pembagian ini sebagai langkah mitigasi dini. Humas Yayasan, Andrias, menyebut pasokan masker menjadi pelindung sederhana namun krusial bagi kelompok usia sekolah yang rentan terpapar polusi udara.
“Masker memang sederhana, tetapi sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan para siswa dari paparan asap,” kata Andrias saat diwawancarai, Rabu, 30 September 2026.
Selain membagikan masker, para relawan mengedukasi siswa di kelas agar lebih memperhatikan keselamatan. Menurut Andrias, langkah ini bertujuan memastikan anak-anak tetap aman beraktivitas tanpa mengabaikan penurunan kualitas udara di lingkungan mereka.
Mitra SPPG menyalurkan bantuan ini ke 15 sekolah yang tersebar di empat desa. Di Desa Tameran, tim menyasar siswa SMPN 9. Sementara di Desa Sungai Alam, aksi ini menjangkau sembilan lembaga pendidikan, mulai dari SMPN 11, MTs dan Aliyah Ar-Rosidiyah, SDN 38, SDN 40, TK Negeri 2, hingga tiga lembaga anak usia dini (PAUD).
Adapun di Desa Kuala Alam, masker menyasar siswa SDN 28 dan PAUD Dangsuri. Terakhir, di Desa Penampi, relawan menjangkau siswa SDN 29, PAUD Bintang Kejora, dan PAUD Mother Kids.
Kepala SDN 29 Desa Penampi, Saniati, mengapresiasi respons cepat tersebut. Dia menilai pembagian masker sangat membantu pihak sekolah menjaga kelancaran kegiatan belajar-mengajar (KBM) di tengah situasi lingkungan yang tidak sehat.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini menjaga kelancaran belajar anak-anak di tengah kepungan asap,” ujar Saniati.[pnc/ril]








