Menu ✖

Mode Gelap

Sorot · 8 Des 2025 13:33 WIB ·

FDRS Hadir di Bengkalis, Percepat Deteksi Kerawanan Karhutla


 📸 Petugas Yayasan Gambut terlihat bersama warga Desa Pematang Duku saat pemasangan Fire Danger Rating System (FDRS) di area gambut Bengkalis. Perbesar

📸 Petugas Yayasan Gambut terlihat bersama warga Desa Pematang Duku saat pemasangan Fire Danger Rating System (FDRS) di area gambut Bengkalis.

Prodesanews.com | Bengkalis — Upaya menahan ancaman kebakaran lahan gambut di Bengkalis mendapat tenaga baru dengan terpasangnya Fire Danger Rating System (FDRS) di Desa Pematang Duku, Ahad, 7 Desember 2025. Perangkat pemantau kerawanan api ini diharapkan mempercepat langkah masyarakat menghadapi musim kemarau yang kerap memicu bara di kawasan gambut.

FDRS dipasang oleh Yayasan Gambut bersama Pan Pacific Conservation Foundation (PPCF) dan Yayasan Bahtera Melayu. Desa Pematang Duku dipilih karena berada di kawasan gambut dalam, wilayah yang saban tahun masuk zona risiko tinggi. Sistem ini membaca potensi kebakaran secara real-time melalui indikator cuaca dan kondisi lahan, memberi warga desa, kelompok tani, hingga relawan data dini sebelum api menyebar.

Kegiatan pemasangan dihadiri perwakilan Yayasan Gambut, tim PPCF, Yayasan Bahtera Melayu, kelompok Paghet Seghaghah Desa Kelapa Pati, perangkat desa, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Ketiau Jaya sebagai pengguna utama. Tim teknis Yayasan Gambut memaparkan cara kerja alat, perawatan rutin, dan penggunaannya dalam patroli lingkungan di tingkat desa.

Direktur Yayasan Gambut, Mulyadi, menyebut Bengkalis sebagai wilayah prioritas mitigasi karena karakteristik gambutnya yang mudah terbakar. “Pemasangan FDRS ini langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan desa. Dengan informasi kerawanan kebakaran, tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Bahtera Melayu, Khairul Saleh, menilai kolaborasi lembaga lokal dan internasional menjadi kekuatan penting menjaga ekosistem gambut. Ia berharap perangkat tersebut dimanfaatkan secara konsisten oleh masyarakat.

Penjabat Kepala Desa Pematang Duku, Dian Saputra, menyampaikan apresiasi atas pemasangan alat pemantau risiko kebakaran itu. Ia mengatakan teknologi tersebut membantu desa memperkuat langkah pencegahan, terutama pada puncak kemarau. Selain pemasangan alat, kegiatan juga diisi sesi edukasi dan diskusi mengenai strategi pencegahan berbasis komunitas.

Baca Juga:  42 Perusahaan Ikut Job Fair Pekanbaru 2024, Ada Ribuan Lowongan Pekerjaan

Ketua RT setempat, Misran, menuturkan desanya telah menerima sejumlah program pendukung dari lembaga tersebut, mulai dari pembibitan kopi liberica, pembangunan empat unit sekat kanal, hingga pemasangan FDRS. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan,” katanya.[ril]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Kasus Dana Desa Sukamaju, Dari Protes Warga ke Penyidikan Polisi

15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Penyidikan dugaan korupsi Dana Desa Sukamaju senilai Rp 241 juta di Kabupaten Bengkalis

INPEST Desak KKP Tunda Pembayaran Proyek Kampung Nelayan Bengkalis Rp 7,3 Miliar

5 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pembangunan KNMP di Desa Kuala Alam, Bengkalis, yang disorot INPEST

HUT ke-81 TNI, Kapolres Bengkalis Serukan Soliditas TNI-Polri

5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Kapolres Bengkalis bersama jajaran TNI, Polri dan Forkopimda dalam peringatan HUT ke-81 TNI

Mitra SPPG Sungai Alam Bagikan Masker ke 15 Sekolah

30 September 2026 - 16:42 WIB

Siswa sekolah penerima MBG mendapat bantuan masker dari Mitra SPPG Sungai Alam

Polda Riau Mutasi Kapolres Bengkalis

26 September 2026 - 13:23 WIB

AKBP Eko Rubiyanto menerima tongkat komando Kapolres Bengkalis dari AKBP Fahrian Saleh Siregar

Kementerian Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional Hoaks

25 September 2026 - 08:00 WIB

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo memastikan surat pemadaman internet nasional adalah hoaks.
Trending di Nasional