PEKANBARU – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin sempat menyinggung soal harga sawit di Riau dalam kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (25/8/2022) lalu.
Harga TBS di Riau mulai merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Di hadapan asosiasi sawit, Wapres Maruf Amin berjanji akan terus mencari cara agar harga sawit di Riau bisa terus meningkat.
“Beberapa waktu lalu Asosiasi sawit bertemu dengan saya dan melaporkan harganya sawit waktu itu Rp.1.200, sekarang sudah mulai naik Rp 2.300, alhamdulillah. Kita akan terus mencari jalan supaya harga sawit di Ruau bisa naik terus. Ini semua untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Setelah meninjau kegiatan santripreneur berbasis sawit di Ponpes Teknologi Riau, Wapres didampingi Gubernur Riau bertolak menuju Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjaddin dengan berkendaraan mobil. Selanjutnya, Wapres dan rombongan menuju Jakarta dilepas oleh Gubernur Riau dan Forkopimda Riau. (Syaiful Misgio)
Dalam Kunker nya ke Riau Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Riau Syamsuar melihat langsung lahan pembibitan kelapa sawit yang dilakukan para santri Pondok Pesantren Teknologi Riau, di Jalan Lintas Sumatera, Kacamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Menggunakan mobil jenis SUV berplat Indonesia 2 Wapres langsung disambut oleh Pj Bupati Kampar Kamsol dan Pimpinan Ponpes Teknologi Riau Ahmad Mantiq Alimuddin serta Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat ME Manurung.
Dalam kesempatan itu, Wapres Ma’ruf Amin beserta rombongan kemudian melihat beragam jenis inovasi bibit unggul dan olahan kelapa sawit yang dipamerkan di lokasi pembibitan.
Diantaranya adalah inovasi baru teknologi pembuatan Minyak Makan Merah (M3) yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan DPP APKASINDO bersama beberapa perusahaan kelapa sawit.
Selain itu, Wapres juga menanam kecambah kelapa sawit hibrid berkualitas unggul bersama 100 santri dan menyaksikan penyerahan bibit oleh Gubernur Riau kepada kelompok tani dari Papua Barat, Kalimantan Barat dan Provinsi Riau.
“Saya bersyukur bisa menyaksikan penanaman sawit dari kalangan anak-anak santri sekaligus saya memperoleh berbagai informasi pengembangan sawit dan penemuan bibit unggul,” kata Wapres Ma’ruf Amin.
Wapres Ma’ruf Amin merasa bangga atas kolaborasi yang dilakukan dalam menyukseskan program santripreneur berbasis kelapa sawit oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Pemerintah Daerah dan Perusahaan Kelapa Sawit.
“Ini satu kolaborasi yang menurut saya sangat bagus sekali, karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, asosiasi, swasta dengan melibatkan para santri,” sebut Wapres.
Pada kesempatan tersebut Wapres Ma’ruf Amin berharap pondok pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan islam, namun juga bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Baik ekonomi yang menyangkut sektor keuangan maupun sektor riil dan juga sektor produksi. Ini harus menjadi semangat bersama, para santri dan masyarakat,” ujarnya.
Maruf berharap terobosan yang dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren Teknologi Riau ini bisa menjadi contoh bagi santri lain di seluruh Indonesia. Tidak harus sawit, tapi para santri bisa mengembangkan sektor komoditas pertanian lainya sesuai dengan kecocokan daerah masing-masing.
“Ini menjadi inspirasi kepada santri di semua daerah. Tidak hanya sawit, tapi bisa sayuran, buah-buahan sesuai potensi komoditas di daerah nya masing-masing,” ujarnya
Sumber: Spiritriau.com








