Prodesanews.com | Bengkalis – Acara pisah sambut di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis pada awal pekan ini berlangsung hangat dan sarat penghormatan. Di ruang pertemuan yang dipenuhi para aparatur, suasana kebersamaan terasa sejak awal kegiatan. Momentum ini menjadi penanda beralihnya kepemimpinan dari Plt. Kepala Dinas sebelumnya, Andris Wasono, AP., M.Si, kepada pejabat baru, Drs. H. Ismail, MP, yang resmi menerima amanah sebagai Plt. Kepala Dinas PMD Bengkalis, pada Rabu, 03 Desember 2025.
Sejak awal acara, para pegawai terlihat antusias. Banyak yang datang lebih awal, memastikan kegiatan berjalan tertib. Prosesi sederhana namun terstruktur membuat suasana berjalan teduh. Ini bukan sekadar agenda formal, tetapi sebuah perayaan transisi kepemimpinan yang dianggap penting bagi masa depan program pemberdayaan desa.

Dalam sambutannya, Andris Wasono menyampaikan terima kasih atas dukungan pegawai selama ia mengemban tugas. Nada suaranya tenang, tetapi sarat pesan kedekatan. “Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran atas kerja sama dan dedikasi yang telah diberikan selama ini. Tanpa kebersamaan, tidak mungkin kita mencapai berbagai capaian pembangunan desa,” ujarnya.
Andris menegaskan bahwa kepemimpinan hanya dapat berjalan efektif jika ditopang lingkungan kerja yang solid. Selama masa jabatannya, ia merasakan dinamika positif di internal Dinas PMD. Ia berharap nilai itu dapat terus dipertahankan. “Kita sudah membangun fondasi kolaborasi yang baik. Saya berharap itu terus dijaga sebagai budaya kerja,” tambahnya.

Pergantian kepemimpinan ini ikut menandai fase baru bagi Dinas PMD. Semangat itu yang ditangkap oleh pejabat baru, Ismail, saat menyampaikan pesan awalnya. Dengan gaya bicara lugas, ia menyampaikan komitmen meneruskan program yang telah berjalan sembari membuka ruang inovasi. “Saya tidak datang untuk mengubah segalanya. Saya datang untuk memperkuat apa yang sudah baik dan menambah ruang kreatif agar pelayanan kepada masyarakat desa semakin meningkat,” ujarnya.
Ismail memahami bahwa tantangan pembangunan desa semakin kompleks. Perubahan kebijakan nasional, kebutuhan pelayanan yang lebih modern, dan dinamika sosial desa menuntut adaptasi. Ia menekankan perlunya tata kelola yang lebih responsif dan berbasis data. “Kita harus memastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan desa. Program tidak boleh berhenti sebagai dokumen; ia harus hadir dalam kehidupan masyarakat,” kata dia.

Di tengah sambutan tersebut, para pegawai menyimak dengan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengangguk ketika Ismail berbicara tentang pentingnya kekompakan internal. Ia meyakini hanya dengan soliditas tim, Dinas PMD dapat menjadi institusi yang efektif menjawab kebutuhan pembangunan desa. “Saya berharap kita bekerja sebagai satu keluarga besar. Komunikasi yang baik harus menjadi modal utama,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas PMD, Rinaldi Eka Wahyu, SE., MM., menekankan bahwa pisah sambut bukan momentum seremonial belaka. Ia memandang kegiatan ini sebagai titik tolak bagi peningkatan performa kelembagaan. “Pergantian pejabat bukan hanya soal pergantian kursi. Ini bagian dari proses penyegaran organisasi agar lebih adaptif dan berorientasi hasil,” ungkapnya.

Rinaldi mengingatkan bahwa tantangan pemberdayaan desa terus berkembang. Mulai dari percepatan digitalisasi pelayanan, peningkatan kualitas aparatur desa, hingga optimalisasi penggunaan Dana Desa. Semua itu membutuhkan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, kecamatan, dan perangkat desa. “Kita ingin aparatur desa bekerja lebih profesional dan transparan. Itu hanya bisa dilakukan jika kita, di tingkat dinas, memberikan dukungan yang tepat,” tambahnya.
Setelah rangkaian sambutan, acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata kepada pejabat lama. Prosesi berlangsung sederhana namun penuh makna. Beberapa pegawai tampak tak mampu menahan haru. Hubungan emosional antara pimpinan dan staf selama ini membuat suasana pisah sambut terasa sangat personal.

Usai prosesi, kegiatan ramah tamah digelar. Dalam momen informal itu, banyak pegawai yang berbincang dengan Ismail, menyampaikan harapan sekaligus memperkenalkan diri. Beberapa lainnya menyempatkan berfoto bersama Andris sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya. Ruangan dipenuhi tawa, obrolan ringan, dan sapaan hangat, menutup acara dengan suasana kekeluargaan.
Pergantian pimpinan ini diharapkan membawa energi baru. Dengan pengalaman panjang di birokrasi, Ismail dinilai memiliki kemampuan untuk memperkuat tata kelola desa, memacu inovasi, dan meningkatkan kualitas layanan publik. Sementara itu, kontribusi Andris menjadi pijakan penting bagi dinas untuk melanjutkan agenda pembangunan desa yang lebih progresif.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, Dinas PMD Bengkalis berkomitmen memperkuat kapasitas aparatur desa, mendorong partisipasi masyarakat, dan memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif. Momentum pisah sambut ini menjadi penanda bahwa perubahan kepemimpinan bukan penghalang, melainkan peluang untuk memperkuat semangat pelayanan.
Dengan fondasi yang kuat dan kepemimpinan baru yang siap bekerja, Dinas PMD Bengkalis menatap masa depan dengan optimisme. Masyarakat desa menjadi pusat orientasi, dan pelayanan publik yang lebih responsif menjadi tujuan bersama. Suasana hangat yang tercipta dalam acara pisah sambut kali ini menjadi modal sosial yang memperkuat langkah dinas ke depan.(*)








