PRODESANEWS.COM | BENGKALIS – Setelah 3 hari menjalani karantina, para peserta Bujang dan Dara dari 11 Kecamatan dan jalur umum siap berebut tahta juara di Grand Final pemilihan Bujang dan Dara Kabupaten Bengkalis 2022 di Lapangan Tugu Bengkalis, Selasa (24/05/2022) malam nanti pukul 19.00 Wib.
Dari pantauan Prodesanews.com, saat ini berbagai persiapan jelang Grand Final telah dilakukan. Ke 28 kontestan terlihat sibuk dengan berbagai aktifitas seperti menari, menyanyi, dan juga menghafal berbagai materi yang sudah didapat selama karantina.
Bisa dipastikan pemilihan Bujang dan Dara tahun ini akan disajikan berbeda, dimana proses pemilihannya bukan hanya dinilai dari kecantikan dan bentuk bodynya saja. Tapi tahun ini dewan juri lebih menitik beratkan kepada kecerdasan dan pengetahuan peserta tentang dunia wisata dan budaya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis Edi Sakura.
“Nantinya Bujang dan Dara ini akan kita jadikan duta promosi, marketing, pariwisata di daerah kita Kabupaten Bengkalis, jadi semuanya harus punya kemampuan dan pengetahuan yang luas,” ungkapnya.
Pemilihan Bujang dan Dara ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, sebagai upaya memperoleh duta wisata yang akan diposisikan sebagai ikon promosi pariwisata. Selain itu, Bujang dan Dara juga akan dikirim menjadi wakil Kabupaten dalam mengikuti ajang pemilihan tingkat provinsi nantinya.
“Gelar Bujang dan Dara diberikan kepada perwakilan yang memiliki kecantikan, ketampanan, sifat dan sikap serta prilaku yang baik. Kemudian juga mereka harus memiliki kecerdasan dan pengetahuan tentang pariwisata,” ucap Edi Sakura.
Selain itu, Kepala Disparbudpora juga berharap kepada para finalis agar giat mempromosikan Negeri Junjungan baik di dalam hingga diluar daerah. Tujuannya untuk marketing, promosi pariwisata yang ada di Negeri Junjungan. Agar jumlah wisatawan terus bertambah mengingat Kabupaten Bengkalis memiliki banyak destinasi wisata.
“Kedepannya kontes Bujang dan Dara ini tidak hanya dijadikan sebagai tradisi semata, namun juga sebagai penguat kepariwisataan dan menjadikan alumni sebagai penyebar pesan positif bagi kebudayaan masyarakat melayu,” pungkasnya.(ril)








