Menu

Mode Gelap

Sorot · 25 Jul 2023 15:23 WIB ·

Kabupaten Bengkalis Raih Peringkat Ke-22 Nasional Penilaian IDM 2023


 ? Kabupaten Bengkalis Raih Peringkat Ke-22 Nasional Dalam Penilaian IDM 2023. Perbesar

? Kabupaten Bengkalis Raih Peringkat Ke-22 Nasional Dalam Penilaian IDM 2023.

PRODESANEWS COM | BENGKALIS- Kabupaten Bengkalis berhasil menduduki peringkat ke-22 dari 434 Kabupaten se-Indonesia dalam membangun desa. Hal ini berdasarkan penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2023 yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Penilaian tersebut dilakukan sesuai Keputusan Menteri Desa PDTT RI Nomor 176 tahun 2023 tentang pemberian penghargaan percepatan pembangunan desa.

Ada 3 kabupaten di Riau yang berhasil meraih status IDM dengan peringkat IDM Kabupaten Mandiri, diantaranya Kabupaten Siak meraih peringkat 20 dengan skor IDM 0.8387.

Kemudian disusul oleh Kabupaten Bengkalis diperingkat 22 dengan skor IDM 0.8374. Terakhir Kabupaten Pelalawan meraih peringkat 39 dengan skor IDM 0.8157.

Menurut Kepala Disdukcapil kabupaten Bengkalis H. Ismail, saat ini ada 97 Desa Mandiri di Kabupaten Bengkalis. Dan sebagai bentuk wujud keberhasilan pembangunan Kabupaten Bengkalis, bagi desa mandiri ini akan segera diusulkan mendapat insentif melalui formulasi ADD kabupaten.

“Inilah yang menjadi komitmen Pemerintah Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Kasmarni dan Bagus Santoso untuk berupaya hadir mensejahterakan masyarakat desa dengan tag line Kabupaten Bengkalis Bermasa,” kata H. Ismail, Selasa (25/7/2023).

Kadis Dukcapil ini juga menjelaskan, sebagaimana diketahui, IDM ini sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2016. IDM menunjukkan status kemajuan dan kemandirian desa serta menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa di seluruh Indonesia.

“Dikatakan Desa Mandiri, ditunjukkan dengan adanya kemampuan sebuah desa dalam melaksanakan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa seperti ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan,” ujar H. Ismail.

Sambungnya, sedangkan indikasi Desa Maju adalah desa yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, serta kemampuan mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta menanggulangi kemiskinan.

Baca Juga:  Kelapapati Ditetapkan Desa Pertama Bebas Narkoba Pada Launching Desa Bebas Narkoba

“Kemudian Desa Berkembang, adalah desa potensial menjadi Desa Maju, yang memiliki potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi tetapi belum bisa mengelola secara optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan,” pungkas H. Ismail.(ril)

Artikel ini telah dibaca 253 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu Lintas Wilayah

16 April 2026 - 17:20 WIB

Polsek Bukit Batu mengamankan dua tersangka pengedar sabu dalam pengungkapan kasus narkotika lintas wilayah Dumai-Bengkalis di Riau.

Jangkang Jadi Model Kampung Bebas Narkoba Polres Bengkalis

16 April 2026 - 14:15 WIB

Kapolres Bengkalis menegaskan Desa Jangkang sebagai model kampung bebas narkoba

Bareskrim Polri Sita 21,9 Kg Sabu di Hotel Bengkalis

16 April 2026 - 14:00 WIB

Petugas Bareskrim Polri mengamankan barang bukti sabu seberat 21,9 kilogram dari sebuah kamar hotel di Bengkalis, Riau, dalam penggerebekan jaringan narkotika Malaysia–Riau.

Polisi Bongkar Kasus Sabu di Rupat, 4 Orang Diciduk

16 April 2026 - 11:15 WIB

Polisi menunjukkan barang bukti narkoba Rupat dalam Operasi Antik 2026

BNN-BRIN Kejar Lonjakan Narkotika Baru NPS Lewat Riset

16 April 2026 - 08:00 WIB

Pertemuan BNN dan BRIN membahas riset narkotika baru NPS di Jakarta

Pengedar Sabu Bernyanyi, Polisi Buru Bandar ke Sumbar

15 April 2026 - 20:20 WIB

Dua tersangka pengedar sabu Bathin Solapan berinisial S.T dan S.S saat diamankan di Mapolres Bengkalis.
Trending di Hukrim