Polres Bengkalis Bekuk Tiga Spesialis Pembobol ATM

Oleh: redaksi Hukrim | Senin, 15 November 2021, - 06:08:09 WIB

 Polres Bengkalis Bekuk Tiga Spesialis Pembobol ATM

Teks foto : Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan di dampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi dan personil saat pengungkapan kasus spesialis pembobol uang nasabah dengan modus ganjal mesin ATM, Senin (15/11/2021).

Prodesanews.com, | Bengkalis - Petualangan tiga pelaku spesialis pembobol uang nasabah dengan modus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berinisial AG, PN dan SS berakhir sudah.

Mereka ditangkap Satreskrim Polres Bengkalis usai melancarkan aksinya di ATM Mandiri SPBU Jalan Duri 13, Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Senin 25, Oktober 2021 silam.

"Berkat kerjasama personil polsek dan Polres Bengkalis, para pelaku berhasil ditangkap, Minggu 7 November 2021 saat berada di daerah Rantau Perapat, Medan, Sumatra Utara," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim AKP Meiki Wahyudi dan sejumlah personil Polsek Mandau saat pres rilis, Senin (15/11/2021) di Mapolres Bengkalis.

AKBP Hendra menambahkan, kejahatan kelompok pembobol ATM itu telah tiga kali beroperasi di wilayah Duri, Mandau sekitarnya dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dalam aksinya, pelaku berhasil meraup ratusan juta rupiah dari kejahatan pembobol ATM tersebut.

"Modus komplotan ini melakukan aksinya dengan mengganjal lubang ATM menggunakan lidi tusuk gigi. Sehingga kartu ATM nasabah tersangkut saat menggunakan kartunya," terang AKBP Hendra.

Disaat nasabah merasa bingung, maka kesempatan itulah yang digunakan oleh pelaku dengan berpura - pura ingin membantu korbannya.

"Hasil dari kejahatan bobol ATM nasabah itu digunakan oleh para pelaku untuk berfoya - foya serta shopping barang electronik," terang Kapolres.

Kini, ketiga pelaku beserta barang bukti hasil dari kejahatan bobol ATM saat melancarkan aksinya itu menggunakan mobil toyota warna silver turut juga diamankan sebagai barang bukti.

"Ketiga pelaku dikenakan pasal 363 ayat 2 KUHP pidana ancaman maksimal hukumam 7 tahun penjara," ujarnya.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat supaya berhati - hati apabila ada orang yang menawarkan jasanya untuk menolong jangan diberikan, khususnya masalah nomor pin. 

"Lebih bagus lapor kepada petugas atau satpam yang ada di ATM. Intinya jangan minta tolong kepada orang selain petugas, apabila tidak bisa mengambil ATM", pungkas AKBP Hendra Gunawan.***(Ril)

 

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook