Gus Menteri Beber Pentingnya Pemutaakhiran Data Dalam Pembangunan Desa

Oleh: redaksi Nasional | Senin, 14 Juni 2021 - 10:02:11 WIB

Gus Menteri Beber Pentingnya Pemutaakhiran Data Dalam Pembangunan Desa

Ket Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menghadiri acara Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menjelaskan pentingnya pemutaakhiran data berbasis SDGs Desa dalam pembangunan desa di seluruh Indonesia.


Menurut Halim Iskandar atau Gus Menteri, penggunaan dana desa tergolong sudah benar secara aturan. Akan tetapi, bener bukan berarti sudah beres, masih ada yang perlu dibenahi agar penggunaan dana desa lebih terarah alias tepat sasaran.


"Pada kenyataannya dari sisi ketepatan itu yang perlu dibenahi," kata Gus Menteri saat hadiri penyerahan BLT Dana Desa secara simbolis di Desa Pilohulata, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (12/06/2021).

Gus Menteri melanjutkan, untuk mengatasi masalah tersebut ia meminta Kepala Desa dibantu Pendamping Desa agar segera merampungkan pemutaakhiran data berbasis SDGs Desa yang akan dijadikan acuan pembangunan desa.

"Dengan pemutaakhiran data berbasis SDGs Desa ini akan kelihatan sekali apa yang kita butuhkan untuk segera atasi," imbuhnya.

Di penghujung acara Gus Menteri juga menyerahkan secara simbolis bantuan modal BUMDes sebagai apresiasi kepada Desa Pilohulata sebagai desa yang paling cepat menyalurkan BLT Dana Desa di Tahun 2020 kemarin.

Sekedar informasi, dalam acara tersebut selain didampingi sang istri, Lilik Umi Nasriyah, Gus Menteri juga didampingi oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok; dan Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin (net**/Budi).

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook