DPRD Bengkalis Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda T.A 2020

Mulai tayang: - 08:57:53 WIB

Prodesanews.com l Bengkalis _ Senin, (07/6/21) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat paripurna penyampaian Ranperda laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2020.

Rapat paripurna penyampaian Ranperda laporan pertanggungjawaban Bupati Bengkalis pada APBD 2020 tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua ll DPRD Bengkalis Sofyan dan diikuti 24 Anggota DPRD dari Fraksi yang ada.

Bupati Bengkalis Kasmarni, pada rapat paripurna ini menyampaikan jawaban dan tanggapan terhadap tujuh pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Bengkalis yang telah disampaikan terkait realisasi PAD yang belum maksimal dan menjadi perhatian serius kedepannya.

Pada rapat tersebut Kasmarni memaparkan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2020 dan pencapaian penilaian predikat WTP oleh BPK RI perwakilan Riau.

Selain itu, Kasmarni juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis dibawah kepemimpinannya akan berupaya untuk melakukan terobosan dan lebih mengintensifkan sumber-sumber pendapatan yang ada, demi mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera.

Saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Bengkalis yang telah menyampaikan kritik dan sarannya dimana didasarkan dengan niat baik untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan memaksimalkan penyelenggaraan pembangunan daerah serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.

Dalam rapat pandangan umum, fraksi PKS menyampaikan terkait perbaikan kinerja pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis dalam menindaklanjuti temuan-temuan dari BPK RI Perwakilan Provinsi Riau tentang perbaikan database kepemerintahan yang dapat diakses masyarakat, sistem pengelolaan aset yang lebih baik dan perbaikan sistem pencatatan persediaan di Dinas pendidikan.

Sanusi juga menjelaskan terkait tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Bengkalis, sesuai dengan Perda No. 4 Tahun 2004 pasal 2 ayat 1 tentang antar kerja antar daerah, setiap pengusaha atau perusahaan wajib memperkerjakan, mengusahakan, mengupayakan secara maksimal agar lowongan pekerjaan terbuka untuk diisi tenaga kerja lokal. Serta perusahaan juga wajib lapor ke Dinas terkait tentang pekerja serta terkait kartu kuning. Namun semuanya tidak dilakukan oleh perusahaan. Ia berharap pemerintah mengeluarkan petunjuk teknis atau juknis dalam menertibkan perusahaan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

Diakhir rapat Ruby handoko menyampaikan tanggapannya terkait penyeberangan roro Bengkalis yang menjadi ikon di Kabupaten Bengkalis sampai saat ini belum berkembang sepenuhnya, masih seperti itu saja dan untuk kedepan kinerjanya harus lebih baik lagi.

Hendri memberikan beberapa catatan, salah satunya Kecamatan Rupat. Keberadaan Kecamatan Rupat yang merupakan kawasan strategis pariwisata nasional berdasarkan undang-undang PP No. 50 tahun 2011, namun infrastruktur belum sepenuhnya di perhatikan termasuk bantuan baik dari pusat.

Laurensius Tampubolon Selaku anggota DPRD Kabupaten Bengkalis juga menambahkan berharap tahun 2022 tidak ada Silpa lagi serta anggaran yang sudah disetujui dapat memakmurkan masyarakat kedepannya.

Sofyan Wakil ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis atas nama pimpinan beserta anggota yang hadir mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Bengkalis Kasmarni, yang telah menyampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Bengkalis.

Dan mengatakan Ranperda ini akan diteruskan kepada Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bengkalis untuk dipelajari dan dapat dibahas pada tahapan berikutnya.

"Kami selaku pimpinan Dewan mengharapkan anggota Badan anggaran DPRD Kabupaten Bengkalis bekerja secara maksimal dalam membahas pertanggung jawaban APBD 2020 tersebut sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku," ujarnya.*(Ril)

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.