PRODESANEWS.COM.Pedekik- Pemerintah Desa Pedekik bersama Pemuda Dusun Dua menggelar kegiatan Kenduri Kenegaraan ke 6 dalam rangka mengenang serta mendoakan para pejuang perang sosoh 1949, acara dipusatkan dihalaman MTs Nurul Jadid, Rabu, (30/8/2022) malam.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Bengkalis diwakili Sekda H Bustami HY, Anggota DPRD Provinsi dari PKB Misliadi, Abah Guru Fadhli Inayatullah, Ketua MUI H.Amrizal, Forkompimda, serta para Kyai dan tuan Guru undangan.
Acara di mulai dengan pembacaan sholawat Burdah oleh Tuan Guru Abah Fadli inayatullah dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia raya yang membangkitkan semangat cinta tanah air serta perjuangan pada malam itu.
Selain itu, pertunjukan drama kolosal perang sosoh yang ditampilkan oleh siswa MTS Nurul Jadid bersama mahasiswa STAIN menggambarkan suasana yang semakin mengharukan, dilanjutkan dengan orasi kemerdekaan oleh ketua MUI Bengkalis H Amrizal MA, serta puisi perjuangan.
Dalam sambutannya Kepala Desa Pedekik, Syaifullah mengatakan kegiatan kenduri kenegaraan sudah kali ke 6 diadakan, untuk selanjutnya ia mengusulkan agar kegiatan kenduri kenegaraan pada tahun-tahun selanjutnya bisa di ambil alih oleh pemerintah Kabupaten Bengkalis.
“Kenduri kenegaraan ke 6 desa Pedekik, Kegiatan bersumber dari dana ADD 2022 sebab kegiatan ada dua pahlawan yang diangkat sebagai pahlawan daerah oleh Provinsi Riau yaitu Mbah KH Ichsan dan Mbh KH Imam bulqin, mudah- mudahan kedepan kita dilirik pemerintah pusat, dan untuk acara kenduri kenegaraan kami berharap tahun selanjutnya bisa di ambil alih oleh pemerintah Kabupaten Bengkalis” ujarnya.
Ia menambahkan, Dengan asbab perjuangan beliau kita dapat merasakan nikmatnya kemerdekaan. Mudah mudahan ini kedepan diambil Pemkab namun jika dari pemerintah tidak siap bagaimana teknis kegiatannya kita siap jadi tuan rumah namun hak paten tetap Desa Pedekik.
Menanggapi usulan yang disampaikan Kepala Desa, Bupati Bengkalis diwakili H Bustami saat menyampaikan sambutan tertulis mengatakan memberikan apresiasiakan akan menjadikan sebuah pertimbangan.
“Pada pelaksanaan kenduri kenegaraan ini saya ingin mengajak kita semua seluruh komponen Masyarakat khususnya pesan perjuangan para pahlawan melalui peran serta kita tidak lagi angkat senjata di medan perang akan tetapi tugas kita mengisi pembangunan,”katanya.
Ia melanjutkan, Kepala desa selaku Ketua panitia mengusulkan agar kenduri kenegaraan dapat di ambil alih Pemerintah Kabupaten, usul akan menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Acara dilanjutkan memberikan piagam penghargaan kepada tokoh pejuang di wakili oleh ahli waris pejuang dilanjutkan dengan melihat-liat poto para pejuang serta ditutup dengan acara makan bersama.








