PRODESANEWS.COM.BENGKALIS- Dinas Perdagangan dan perindustrian melalui Kabid pengembangan industri Yuliana Eka Safitri mengapresiasi atas kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Politeknik Negri Bengkalisjurusan mesin.
“Disdagperin melalui Kabid Pengembangan Industri sangat meng Apresiasi atas terciptanya mesin pemotong kerupuk yang oleh Politeknik Negeri Bengkalis,” katanya, Minggu,(2/10/2022).

Mesin potong krupuk
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengabdian masyarakat yang ditunjukkan oleh dosen bersama mahasiswa dalam membantu masyarakat merupakan arahan presiden jokowi, dan juga ibu Bupati Bengkalis, bertujuan memberdayakan potensi produk nasional.
“Hal ini tentu menjadi bukti nyata bagi kita, sesuai arahan bapak Presiden RI Jokowi Dodo dan diperkuat oleh Bupati Bengkalis ibu Kasmarni, Sos.MMP yang mana saat ini kita berupaya dan memberdayakan potensi produk-produk nasional, Lokal seperti di daerah kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Dalam hal ini Kampus Poltek Negeri Bengkalis, kami menyambut baik atas terciptanya mesin potong tersebut dan mesin tersebut diberikan bantuan kepada pelaku Industri kerupuk belacan desa Pangkalan batang.
“Kami selaku Lembaga Instrumen pemerintah Kab. Bengkalis siap untuk bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis serta memberikan lisensi baik terkait P-IRT produk Industri, Sertifikasi Halal dan Hak Paten sesuai kewenangan, tugas dan fungsi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami berharap kedepan Pemerintahan ibu Kasmarni melalui OPD Disdagperin dapat menjalin kerja sama bersama Poltek Bengkalis dalam upaya senerginitas kemajuan Teknologi, IKM dan Kesejahteraan masyarakat menuju Kabupaten Bengkalis yang Bermaruah, Maju dan Sejahtera dibawah Kepemimpinan Ibu KASMARNI, Sos. MMP dan H. Bagus Santoso,” ujarnya.

Yuliana Eka Safitri
Kegiatan pengabdian masyarakat dalam membantu masyarakat terutama dibidang usaha industri kecil menengah (IKM) serta usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang dilakukan Dosen serta mahasiswa politeknik merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan dilakukan dengan menciptakan alat produksi tepat guna berupa mesin pemotong kerupuk belacan yang diberikan kepada pengusaha IKM Unit usaha kerupuk belacan Multi Sari yang dikelola Ibuk Yusmidar warga Jl. Utama GG Setia Budi RT 13 RW 3 Desa pangkalanbatang Kecamatan Bengkalis.
Dosen Politeknik jurusan teknik mesin Bambang Dwi H kepada media ini mengatakan bahwa pembuatan alat produksi tepat guna melibatkan dua orang dosen dari jurusan berbeda yaitu Bambang Dwi H dari jurusan teknik mesin dan Zainal Abidin dari jurusan elektro, serta dua mahasiswa yaitu Andi Cavillo dan Muhamad Azmi dari jurusan teknik mesin,” Ujar Bambang.
Bambang mengatakan bahwa tujuan bantuan alat produksi tepat guna diberikan kepada unit usaha kerupuk belacan yang dikelola oleh ibu Yusmidar merupakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, disamping dalam rangka meningkatkan produktifitas mitra usaha UMKM kerupuk belacan multi sari yang dikelola Ibu Yusmidar.
“Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan produktifitas produksi mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah terutama pada unit usaha kerupuk belacan Multi Sari yang dikelola oleh buk yusmidar didesa pangkalan batang Jln utama GG setiaa Budi ry 13 RW 3,” Katanya.
Ia menambahkan, untuk pembuatan alat dibutuhkan waktu tiga sampai 4 bulan dimulai dari survey, desain hingga pengoperasian.
“Pembuatan alat produksi tepat guna dimulai dari bulan Juli sampai Oktober,” katanya.
Ia juga menjelaskan alasan pembuatan alat produksi tepat guna diberikan kepada mitra usaha kerupuk belacan Multi sari, berdasarkan pengamatan, usaha kerupuk belacan Multi sari dilakukan secara sederhana dengan menggunakan pisau atau parang, dengan diciptakan alat tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi.
“Selama ini mitra memotong adonan kerupuk secara manual dengan pisau atau parang, sehingga untuk memotong adonan sebanyak 25 Kg itu memakan waktu sekita 2 sampai 3 jam, dengan adanya alat ini pemotongan adonan menjadi 30 sampai 40 menit dimana proses pemotongan sekali pemotongan langsung bisa motong tiga adonan,” ujarnya.
Bambang berharap, dengan adanya alat yang diberikan dapat meningkatkan produktifitas usaha.
“Dengan menggunakan ini mitra dapat meningkatkan produksi dapat memenuhi pasar tidak hanya di Bengkalis tapi diluar Bengkalis,” tutupnya.
Sementara itu, mitra usaha kerupuk belacan Yusmidar menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan alat tepat guna hasil karya dosen serta mahasiswa politeknik jurusan teknik mesin dan elektro.
“Terimakasih kami ucapkan atas bantuan alat tepat guna hasil dari karya Bapak Dosen, semoga dengan alat ini usaha produksi kerupuk belacan kami semakin meningkat,” ungkap Yusmidar.








