Ungkap Kasus 87 Kg Sabu, Kapolda Riau : Tidak Ada Ruang Bagi Peredaran Narkoba di Provinsi Riau

Oleh: redaksi Hukrim | Senin, 11 Oktober 2021 - 14:06:33 WIB

Ungkap Kasus 87 Kg Sabu, Kapolda Riau : Tidak Ada Ruang Bagi Peredaran Narkoba di Provinsi Riau

Teks foto : Konferensi pers kasus narkotika jenis sabu sebanyak 87 Kg yang dipimpin Kapolda Riau Irjen Agung Setia, pada Senin (11/10/2021).

Prodesanews.com | Pekanbaru - Beberapa waktu lalu Tim Subdit I Ditresnarkoba dipimpin AKBP Hardian Sik melakukan penggeledahan dipondok kayu di Jl. Bangdes Sungai Parit Kota Dumai tepatnya pada Jumat 25 September 2021 sekira pukul 05.30 Wib.

Di TKP tersebut Tim  berhasil mengamankan 5 orang. Kemudian Tim melanjutkan penggeledahan disekitar pondok dan menemukan box berwarna biru berisikan 5 (lima) buah tas berwarna hitam yang didalamnya diduga narkotika jenis shabu sebanyak 87 (delapan puluh tujuh) bungkus.

Selanjutnya Tim melakukan pengembangan di Jl Moh Yamin dan Jl Pelajar Kota Dumai dan menangkap 2 (dua) pelaku lain yang bekerja sebagai transporter (becak laut) dengan peran ssbagai pembawa narkotika jenis shabu tersebut dari Boya (lampu suar navigasi lalu lintas laut) perbatasan Malaysia - Indonesia. 

Ketujuh tersangka tersebut antara lain AS (20), MA (19), YF (30), MS (22 ), AS (20), DA (54) dan AG (52).

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan dari tangan tersangka berupa 87 (delapan puluh tujuh) bungkus narkotika jenis sabu didalam 5 (lima) buah tas, selanjutnya 1 (satu) buah box plastik persegi warna biru tempat tas yang berisi narkotika tersebut di simpan, 5 (lima) buah hp merk Nokia, Oppo dan Samsung, 1 (satu) unit kapal 10 m dengan 3 (tiga) mesin Yamaha 200 serta 1 (satu) unit kapal kayu tanpa mesin.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia saat menggelar konferensi pers bersama Kepala BNNP Riau Brigjen Robinson Siregar, Dir Resnarkoba Kombes Victor Siahaan, Kabid Humas Kombes Narto, Kabid Labfor AKBP Yani Nursyamsu serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Bengkalis menegaskan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau.

“Saya tegaskan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba disini, baik itu sindikat internasional maupun sindikat lokal. Semakin lama yang saya tangkap orangnya semakin terpelajar dan memiliki intelektual yang memadai untuk tidak terjerumus dalam perdagangan Narkoba,” tegas Agung pada Senin (11/10/2021).

Agung nenjelaskan pihaknya bersama seluruh stake holder, baik BNNP Riau dan lainnya ingin memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau. 

“Ini adalah masalah hukum tentu jawabannya adalah bagaimana mereka berproses hukum sebagaimana mestinya agar di hukum seberat-beratnya dan kita tahu peredaran ini masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran,” sambungnya.

Irjen Agung juga mengingatkan masyarakat yang ada di perairan agar tidak tergoda oleh rayuan pelaku narkoba.

“Bahwa iming-iming untuk menjadi bagian menjadi bagian dari peredaran narkoba itu sangat besar disana, ingatlah itu sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun serta melanggar hukum pidana yang akan kita tegakkan setegak-tegaknya,” janji jenderal dua bintang tersebut.

Kapolda menjelaskan para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.***(Ril)

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook