Pengusaha Keluhkan Ekspor Ikan Harus Kapal 30 GT

Oleh: redaksi Pemerintahan Daerah | Kamis, 25 Maret 2021 - 18:04:25 WIB

Pengusaha Keluhkan Ekspor Ikan Harus Kapal 30 GT

RUPAT UTARA  Pelaku ekspor ikan tujuan Malaysia yang selama ini menggunakan kapal di bawah 30 GT harus berhenti. Hal ini disebabkan adanya aturan dari pemerintah pusat mewajibkan menggunakan kapal minimal 30 GT.

"Sekarang kita tak dapat izin ekspor. Karena kapal kita gunakan dibawah 30 GT," kata pelaku ekspor ikan ke Negara Malaysia Awi, kepada Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis H Bagus Santoso, Kamis (25/3)
Awi mengatakan untuk ekspor yang dilakukannya menggunakan kapal dengan muatan 3 ton. 'Kita ekspor paling banyak 3-4 ton saja. Sedangkan untuk 30GT itu muatan ratusan ton. Kan tak mungkin kita menyiapkan itu. Kalau di laut besar seperti di Pulau Jawa bisalah," keluh warga Tanjung Medang Rupat Utara ini.
Bagus Santoso yang turun langsung ke ujung pelabuhan dan menyapa nelayan di atas pompong juga meminta apa saja keluhan para nelayan. Bahkan dirinya berusaha untuk mencari solusi kendala yang dihadapi nelayan dan pelaku ekspor ikan.
Dirinya menegaskan, Pemkab Bengkalis akan berusaha mencari jalan. Terutama membuka pos lintas batas kembali. 'Kita sudah melakukan perbincangan dengan pihak imigrasi beberapa waktu lalu untuk bisa mempertimbangkan untuk pos lintas batas. Daerah lain bisa mengapa Bengkalis tak bisa," jelas Bagus Santoso.
Didampingi Kadis Perikanan Herliawan Bagus Santoso meminta agar pihak dinas mencari solusi dan membicarakan ke tingkat berwenang masalah izin ekspor."Carikan solusi agar nelayan dan pelaku ekspor ikan kita tetap hidup. Bantu regulasinya," pinta Bagus ke Kepala Dinas Perikanan saat itu.
Terkait hal itu Herliawan mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dan mencari solusi untuk bisa ekspor ikan menggunakan kapal yang GT-nya dibawah 30 GT.
Hal serupa keluhan terhadap ekspor ikan disampaikan Aciu, menurut dia persoalan kapal dengan GT besar. 'Sekarang ekspor harus menggunakan kapal GT besar. Kemudian nelayan kita kesulitan kapal pompong nelayan,' keluh Aciu.
Terkait pembuatan kapal pompong nelayan, Bagus Santoso berjanji akan berusaha mengkoordinasikan dengan Politeknik Negeri Bengkalis. 'Karena baru-baru ini kita melakukan kerjasama pembuatan pompong nelayan dengan pihak Polbeng, mudah-mudahan ini menjadi solusi," jelasnya.(Budi)

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Komentar Facebook