Branding SMP Negeri 10 Rupat Menangkal Tindak Kekerasan, Bully dan intimidasi terhadap Peserta Didi

SERAGAM “Sekolah Ramah Anak Gembira dan Menyenangkan”

Oleh: redaksi Pendidikan | Sabtu, 06 Februari 2021 - 11:17:24 WIB

SERAGAM “Sekolah Ramah Anak Gembira dan Menyenangkan”

HADI IMRONI, S.Pd.I.,M.Pd Guru SMP Negeri 10 Rupat

SMP Negeri 10 Rupat merupakan lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar, yang memberikan penekanan peletakan pondasi dalam menyiapkan generasi agar menjadi manusia yang mampu menghadapi era yang semakin berat. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003 pasal 17 tentang pendidikan dasar disebutkan bahwa pendidikan dasar terdiri dari SD (Sekolah Dasar)/sederajat dan SMP (Sekolah Menengah Pertama)/sederajat. Jika suatu bangsa menginginkan kemajuan di bidang pendidikan, maka harus ada upaya untuk mengembangkan potensi dan bakat dari peserta didik. Untuk mengembangkan potensi dan bakat peserta didik, dilakukan melalui proses pembelajaran. 

Dengan proses pembelajaran yang baik dan berkualitas, peserta didik akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta bekal untuk menghadapi berbagai kemajuan dan tantangan zaman. Seiring dengan kemajuan zaman, berkembang pula teori-teori pembelajaran. Teori pembelajaran ini, dapat digunakan sebagai bekal oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan sehingga akan tercipta iklim belajar yang menyenangkan. Salah satu indikator kemajuan bangsa ditentukan sejauh mana kualitas pendidikannya. Dengan pendidikan yang berkualitas, akan dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan mempunyai keterampilan yang dibutuhkan pada zamannya.

Salah satu fungsi dunia pendidikan yaitu menghasilkan output(keluaran) dalam jumlah besar, terampil dan disiplin serta mempunyai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diperlukan peningkatan berbagai faktor. Salah satunya adalah peningkatan kualitas dan kompetensi guru menuju guru yang professional. Guru yang professional dapat bekerja baik secara individual maupun kolaboratif dalam memperbaiki proses, salah satunya adalah penerapan sekolah ramah anak. 

Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan. Ini sejalan dengan fisi, misi dan branding SMP Negeri 10 Rupat yaitu; Sekolah Ramah Anak Gembira dan Menyenangkan disingkat dengan “SERAGAM”.

Sekolah ramah anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah : Bersih, Aman, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Asri, dan Nyaman. 

Komponen sekolah ramah anak meliputi: 1) Kebijakan SRA; 2) Pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak; 3) Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak  adanya penerapan disiplin tanpa kekerasan; 4) Sarana dan prasarana yang ramah anak tidak membahayakan anak, dan mencegah anak agar tidak celaka; 5) Partisipasi anak; 6) Partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, Stakeholder lainnya, dan Alumni.

konsep Sekolah Ramah Anak menjamin adanya relasi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, maupun dengan lingkungan sekolah. Melalui konsep ini, ia berharap, akan tercipta peraturan sekolah dan proses belajar tanpa kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. Sekolah juga memberikan ruang partisipasi kepada anak untuk mengeluarkan pendapat, menumbuhkembangkan potensi anak sesuai dengan minat dan bakat. Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga diharapkan turut memberikan kontribusi dengan mengeluarkan surat edaran menteri. 

Sekolah ramah anak menjadi penting mengingat dalam sehari delapan jam anak berada  di sekolah. Oleh karena itu, adanya program dari kementerian/lembaga yang saat ini sudah berbasis sekolah dan menunjang terhadap kondisi yang diinginkan dalam sekolah ramah anak menjadi salah satu solusi dalam mencegah kekerasan dan bully terhadap anak. Sekolah ramah membangun paradigma baru dalam mendidik dan mengajar peserta didik untuk menciptakan generasi baru tanpa kekerasan, menumbuhkan kepedulian orang dewasa serta memenuhi hak dan melindungi anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya kami berharap dan bertekad komitmen tentang pemenuhan dan perlindungan anak di satuan pendidikan melalui Sekolah Ramah Anak harus di perkuat dengan menyusun kebijakan tentang pelaksanaan Sekolah Ramah Anak (SRA) di SMP Negeri 10 Rupat. Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh rekan sejawat, Guru, TU, OPS, Komite dan orang Tua/wali siswa yang terlibat dalam program ini. Deklarasi Sekolah Ramah anak ini merupakan wujud nyata akan perhatian dan peran serta kami dalam mengantisipasi tindak kekerasan dan bully terhadap siswa, selanjutnya kami berupaya semaksimal mungkin bersama instansi terkait untuk mendukung termasuk mendorong sekolah-sekolah lain agar mengkampanyekan program SRA ini", 

Sekolah Ramah Anak ini mempunyai tujuan untuk menciptakan kondisi sekolah yang aman, nyaman, ramah, gembira dan menyenangkan untuk anak Indonesia serta warga sekolah khususnya warga SMP Negeri 10 Rupat, tanpa kekerasan dan intimidasi. Semoga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Daerah maupun dari Pemerintah Pusat. 

 

Oleh

HADI IMRONI, S.Pd.I.,M.Pd

Guru SMP Negeri 10 Rupat

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Komentar Facebook