Harga Hasil Tangkap Nelayan Di Pulau Rupat Anjlok, Permintaan Lesu Akibat Covid-19

Oleh: redaksi Ekonomi | Senin, 06 April 2020 - 15:53:31 WIB

Harga Hasil Tangkap Nelayan Di Pulau Rupat  Anjlok, Permintaan Lesu Akibat Covid-19

Tampak motor pelaut di kecamatan Rupat stanbay dipelabuhan trasisional.di.parit hoky kel Batu panjang

RUPAT- Dampak mewabahnya corona selain dirasakan di sektor pariwisata juga berdampak di sektor perikanan. Kini para nelayan  di Kecamatan Rupat dan Rupat utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau mengeluh lantaran hasil tangkapan mereka yang biasanya dikirim   Ke Malaysia , sejak sepekan terakhir sudah tidak ada permintaan. Nelaya khawatir situasi sulit ini justru .

 

Kendati di tengah diberlakukannya social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona, aktifitas di sejumlah pelabuhan nelayan baik itu di Pelabuhan Perikanan  Desa Tanjung Medang maupun pelabuhan tradisional yang tersebar di sejumlah desa di pesisir Kecamatan Rupat dan Rupat Utara masih tetap berjalan, namun merebaknya virus corona ini telah berdampak pada permintaan sejumlah komoditas tangkapan nelayan. Tidak adanya permintaan suplay ke hotel dan restoran di  Maaysia , nelayan kini hanya menghadalkan konsumen local.

Salah seorang masyarakat nelayan  Rupat, Peni .(45 ) asal kelurahan Batu panjang, Kecamata Rupat  saat ditemui wartawan Senin (6/4/2020), mengatakan saat ini untuk pengiriman ke luar  Kecanatan Rupat sudah lesu . Selama ini hasil tangkapan nelayan tersebut permintaannya tinggi, namun sejak sepekan terkahir sudah tidak ada permintaan lagi, “biasanya dibeli suplayer dari Malaysial untuk disalurkan ke hotel dan restoran di negara Malaysia, tapi sekarang permintaannya sepi,” uajrnya.

Nelayan di  Kecamatan Rupat kini hanya menghadalkan pasar local untuk menjual  hasil tangkapan yang selama ini di drop dengan jumlah besar ke wilayah Malaysia  tersebut. Selain nelayan, pelaku usaha dibidang perikanan seperti .sped boat Rupat _dumai  .juga menurutnya merasakan dampak corona ini. Menurutnya nelayan hingga kini tetap melaut namun untuk permintaannya turun drastis sehingga harga ikan anjlok.

“Nelayan kesulitan jual, pengepul kesulitan menyalurkan hasil tangkapan yang di beli dari nelaya,” ungkapnya.

Saat ini harga beli di tingkat nelayan tetap, namun dengan minimnya permintaan, diakuinya hasil tangkapan ditingkap pengepul dijual murah, “Dari belinya Rp 50 ribu sekarang terpaksa di jual sampai dibawah Rp 20 ribu. Ini juga nantinya akan berimbas pada harga beli di nelayan,” jelasnya.

Hingga kini menurutnya belum ada solusi atas persoalan dampak corona yang berpengaruh terhadap sektor perikanan tangkap ini,. “Belum ada jalan keluarnya, pengepul berharap pembeli datang karena nelayan tetap melaut,”  paparnya.

Kini diakuinya harga jual ikan juga anjlok karena alasan tidak ada pembeli. “Usaha penampung ikan tetap membeli tapi ditampung . Takutnya kondisi sulit ini dijadikan kesempatan untuk memainkan harga,” ungkapnya.

 

Menurutnya harus ada kontrol dari pemerintah terhadap persoalan ini. Terlebih menurutnya dengan kondisi cuaca, nelayan khususnya nelayan tradisional menggunakan jaring sekarang kesulitan untuk mendaptkan ikan. “Kami khawatir akan berdampak pada perekonomian nelayan,” tandasnya. (Budi)


..

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Komentar Facebook