Persidangan Online di Bengkalis Terkendala Kualitas Jaringan

Oleh: redaksi Hukrim | Rabu, 01 April 2020 - 22:07:12 WIB

Persidangan Online di Bengkalis Terkendala Kualitas Jaringan

Iwan Roy Charles

BENGKALIS- Aparat penegak hukum sejak Senin (30/3/20) kemarin mulai melaksanakan sidang dengan sistem dalam jaringan (daring) atau online.

Secara teknis menggunakan perangkat elektronik dan mengandalkan jaringan internet, sidang daring ini diakui petugas hanya terkendala atau kelemahannya pada kualitas jaringan internet.

Sementara itu, proses persidangan lebih cepat dibandingkan dengan sidang manual seperti biasanya. Namun sedikit memakan waktu dalam proses persiapan, karena harus mencocokkan dahulu ke seluruh jaringan yang ada.

Sidang daring ini, posisi Jaksa Penuntut Umum (JPU) duduk di ruang khusus pada Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), kemudian majelis hakim duduk di ruang persidangan pada PN Bengkalis, terdakwa disiapkan ruang khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA beserta perangkat elektronik. Sementara itu, para saksi disediakan tempat di Mapolsek masing-masing dan jika di wilayah Bengkalis dan Bantan disediakan ruang khusus di Kantor Kejari Bengkalis.

"Sidang ini sudah kita jalankan sejak Senin kemarin. Kendalanya pada kualitas jaringan dan dibandingkan dengan sidang biasa, sidang online ini lebih cepat selesai," ungkap Kepala Kejari Bengkalis Nanik Kushartanti, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Iwan Roy Charles, S.H, Rabu (1/4/2020) siang.

Ditambahkan Iwan Roy, sidang daring ini dilakukan untuk mengindahkan imbauan pemerintah pusat, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona atau covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Sejak dimulainya, sudah 41 orang terdakwa sudah menjalani sidang dengan daring tersebut, dan untuk Rabu (1/4/20) hari ini sidang daring akan dilaksanakan terhadap 29 orang terdakwa.

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Komentar Facebook